Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Data Jadi “Pupuk Baru”: Petani di Jatim Belajar Gunakan AI untuk Panen Lebih Pasti

Bihan Mokodompit • Kamis, 13 November 2025 | 18:05 WIB
Ilustrasi smart Farming.
Ilustrasi smart Farming.

RADARTUBAN - Program Data Jadi Pupuk Baru menjadi simbol perubahan besar dalam dunia pertanian di Jawa Timur.

Melalui inisiatif AI untuk Petani, para pelaku tani kini diajak memahami pentingnya teknologi dan kecerdasan buatan untuk membaca data cuaca, kondisi tanah, serta memperkirakan waktu tanam dan panen yang paling tepat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Cerdas Digital (CERDIG) yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim).

Program ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kompetensi digital masyarakat di sektor pertanian, sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan hidup banyak orang.

Dengan dukungan AI untuk Petani, para petani diharapkan tidak hanya mengandalkan intuisi atau tradisi lama, tetapi juga mampu mengambil keputusan berbasis data untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi kerja.

Kominfo Jatim Dorong Transformasi Digital di Sektor Pertanian

Mengutip dari Kominfo.com, Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan transformasi digital di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, menunjukkan tren yang sangat positif.

Sherlita mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 yang mencatat tingkat penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen atau sekitar 34,6 juta jiwa dari total populasi 42,1 juta jiwa.

“Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur semakin siap beradaptasi dengan ekosistem berbasis digital. Pemerintah daerah berkomitmen terus memperluas akses dan meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak,” ujar Sherlita.

Sherlita juga menjelaskan bahwa nilai Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) untuk Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan dari 46,07 menjadi 49,17.

“Peningkatan indeks masyarakat digital di Jawa Timur menunjukkan bahwa masyarakat kita semakin siap menghadapi transformasi teknologi. Namun di balik kemajuan itu, masih ada tantangan besar pada aspek sumber daya manusia digital. Melalui program Cerdas Digital ini, kami berupaya memperkuat kemampuan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi, termasuk artificial intelligence, secara bijak, aman, dan produktif," tegasnya.

AI dan Smart Farming, Solusi untuk Masa Depan Pertanian

Pelatihan AI untuk Petani menghadirkan dua narasumber dari Universitas Negeri Jember, yaitu Oktalia Juwita dan Bayu Taruna Widjaja Putra, yang membawakan materi bertajuk “Smart Farming: Membaca Data Cuaca dan Kondisi Tanah dengan AI.”

Dalam sesi tersebut, para peserta diajak mengenal lebih dalam konsep Smart Farming, di mana data menjadi dasar pengambilan keputusan.

Petani belajar membaca kondisi tanah dan memprediksi perubahan cuaca agar waktu tanam dan panen dapat diatur dengan lebih presisi.

Penerapan Smart Farming bukan sekadar mengenalkan teknologi baru, melainkan membangun kesadaran bahwa data kini menjadi “pupuk baru” dalam dunia pertanian modern.

Dengan memanfaatkan data secara cerdas, petani dapat meningkatkan efisiensi biaya, meminimalkan risiko gagal panen, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Petani Siap Hadapi Era Pertanian Digital

Program Cerdas Digital memberi ruang penting bagi petani untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Pemahaman terhadap AI untuk Petani membuat mereka tak lagi sekadar pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama dalam membangun ekosistem digital di pedesaan.

Transformasi ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya milik sektor industri atau perkotaan.

Di ladang dan sawah sekalipun, data telah menjadi pupuk baru yang menumbuhkan cara pikir baru: bertani dengan ilmu, bukan hanya naluri.

Dengan Cerdas Digital, pertanian di Jawa Timur semakin siap menatap masa depan yang presisi, produktif, dan berkelanjutan. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#program #Universitas Negeri Jember #AI #panen #pemerintah daerah #lingkungan #digital #teknologi #masyarakat #industri #pertanian #daerah #Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur #petani