Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perlu Diketahui, Inilah Tanda Tanda Warga Kelas Menengah, Apakah Kamu Memiikinya? Cek Penjelasannya

M Robit Bilhaq • Jumat, 14 November 2025 | 00:05 WIB
ilustrasi warga kelas menengah
ilustrasi warga kelas menengah

RADARTUBAN - Indonesia Jumlah masyarakat kelas menengah terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, banyak mereka yang harus turun kelas yang diakibatkan oleh tekanan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019 kelas menengah di indonesia jumlahnya mencapai 56,33 juta jiwa atau sekitar 21,45% dari total populasi.

Namun, pada tahun 2024 jumlah tersebut menyusut menjadi hanya 47,85 juta orang atau setara 17,13%. Dari angka tersebut berarti terdapat sekitar 9,48 juta orang dari kelompok kelas menengah yang bergeser ke kelas di bawahnya.

Sebaliknya, peningkatan justru berada di kelompok masyarakat yang disebut kelas menengah rentan atau aspiring middle class.

Tahun 2019 jumlahnya tercatat 128,85 juta jiwa atau 48,20% dari total penduduk, lalu naik menjadi 137,50 juta orang atau 49,22% pada 2024.

Hal serupa terjadi pada kelompok masyarakat rentan miskin, yang jumlahnya meningkat dari 54,97 juta orang atau 20,56% pada 2019, menjadi 67,69 juta jiwa atau 24,23% dari total populasi pada 2024.

Berarti banyak dari kelas menengah yang turun ke dua kelompok tersebut.

Menurut Nicole Nicolet, pendiri Let's Make Life Great, kelas menengah adalah mereka yang mampu memiliki rumah, melakukan liburan tahunan, serta berinvestasi pada pendidikan anak.

Sementara itu, kelas menengah atas memiliki kemampuan lebih, seperti menikmati liburan lebih sering dan menjalani kehidupan dengan kenyamanan yang lebih.

Berikut adalah beberapa tanda masyarakat kelas menengah atas

1. Memiliki Dana Lebih Setelah Pengeluaran Utama

Salah satu tanda seseorang termasuk kelas menengah atas adalah adanya sisa dana setelah memenuhi seluruh investasi dan pengeluaran besar, mereka biasanya masih memiliki uang lebih meski sudah memaksimalkan kontribusi pensiun dan menutupi kebutuhan utama.

Menurut pakar keuangan bernama Rose, kelas menengah atas memiliki ruang anggaran untuk hiburan, seperti liburan atau makan malam secara rutin.

2. Kepemilikan Aset yang Beragam

Kelas menengah atas biasanya tidak hanya menyimpan uang tunai, tetapi kelas ini memiliki portofolio investasi yang beragam, seperti saham dan properti sewaan, hal ini memperkuat keamanan finansial mereka, meskipun tidak selalu menjadi keharusan.

Nicolet menekankan bahwa kemampuan melunasi investasi besar tanpa mengorbankan gaya hidup merupakan ciri khas yang dimilikikelas ini.

Baca Juga: Morowali Tak Tertandingi, Inilah 15 Kabupaten Terkaya di Indonesia versi BPS: Kekayaan dari manufaktur dan Tambang

3. Tinggal di Kawasan Bernilai Tinggi

Lokasi tempat tinggal juga menjadi indikator. Menurut Rose, tinggal di wilayah dengan kode pos yang diminati banyak orang merupakan tanda kuat seseorang berada di kelas menengah atas.

Namun, hal ini bukan sekadar mengikuti gaya hidup tetangga atau penampilan semata.

Orang-orang di kelas menengah atas biasanya tidak merasa perlu membandingkan status atau kekayaan dengan orang lain.

4. Minim Stres Finansial

Ciri lain adalah rendahnya tingkat stres finansial ketika menghadapi tagihan atau pengeluaran mendadak.

Jika terjadi keadaan darurat finansial, mereka mampu mengatasinya tanpa panik.

Rose menambahkan, ketenangan dalam menghadapi pengeluaran besar yang tak terduga menunjukkan bahwa seseorang telah mencapai kelas menengah atas.

Kondisi ini memungkinkan mereka menikmati hidup dengan lebih tenang.

5. Perubahan Gaya Hidup Positif

Pendapatan yang lebih tinggi serta kekayaan bersih yang signifikan biasanya membawa perubahan gaya hidup ke arah lebih baik.

Hal ini bukan berarti hidup berlebihan, melainkan mampu membeli barang atau layanan yang sebelumnya dianggap mewah.

Nicolet menyebutkan bahwa kelas menengah atas hampir tidak memiliki batasan dalam gaya hidup.

Meski belum mencapai taraf miliarder, mereka cukup mampu menikmati sebagian besar standar hidup yang ada.

6. Mampu Membiayai Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi sering kali menjadi pengeluaran besar yang membuat banyak orang berutang.

Namun, kelas menengah atas mampu membiayai pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak-anak, tanpa harus berutang.

Rose menjelaskan bahwa mereka bisa memberikan pendidikan terbaik tanpa terlalu memikirkan biaya, dan ini menjadi salah satu tanda penting posisi finansial yang kuat.

7. Potensi Pensiun Lebih Awal

Bagi kebanyakan orang, sulit untuk mrncapai pensiun dini karena beban utang atau pengeluaran harian, tetapi bagi kelas menengah atas, pensiun dini lebih memungkinkan berkat investasi beragam, pendapatan pasif, dan stabilitas finansial.

Nicolet mengatakan bahwa kelas menengah atas sering kali bisa pensiun lebih cepat tanpa banyak kekhawatiran mengenai keuangan masa depan, sehingga memberi mereka kebebasan menentukan kapan berhenti bekerja.

8. Memiliki Sumber Pendapatan Ganda

Jika kelas menengah atau bawah biasanya hanya bergantung pada satu sumber pendapatan, kelas menengah atas hampir selalu memiliki dua atau lebih, sumber tersebut bisa berupa bisnis, pekerjaan bergaji tinggi, atau investasi yang menghasilkan pendapatan pasif, seperti dividen saham atau sewa properti. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bps #tanda masyarakat kelas menengah #masyarakat kelas menengah #tekanan ekonomi