RADARTUBAN- Sebanyak delapan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) akhirnya buka suara soal asal-usul air yang mereka gunakan.
Mereka memaparkan sumber bahan baku produksi masing-masing dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI dan Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian. Pertemuan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan pentingnya keterbukaan dari para produsen air minum.
Ia meminta agar mereka menyampaikan secara jujur dan transparan soal sumber bahan baku yang digunakan.
Inilah daftar sumber air yang digunakan oleh delapan produsen air minum dalam kemasan (AMDK):
1. PT Tirta Investama (Aqua)
Setelah ramai isu soal asal-usul air Aqua yang disebut-sebut berasal dari sumur ratusan meter, pihak produsen akhirnya angkat bicara.
Corporate Secretary PT Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan bahwa sumber air Aqua berasal dari pegunungan, bukan sembarang sumur.
Menurutnya, lokasi pengambilan air telah ditentukan melalui studi hidrogeologi yang ketat.
2. PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo)
PT Sariguna Primatirta Tbk, produsen air minum kemasan merek Cleo, mengungkapkan bahwa mereka menggunakan air bawah tanah dalam sebagai bahan baku utama.
Menurut Zakka Pratama, HSE & Sustainability Manager Cleo, perusahaan ini memiliki pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
3. PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale)
Le Minerale turut menjelaskan asal air yang mereka gunakan. Menurut Johan Muliawan, Direktur External Affairs & Regulatory PT Mayora Indah Tbk.
Induk usaha dari PT Tirta Fresindo Jaya, produsen Le Minerale air yang digunakan berasal dari tanah dalam.
4. PT Super Wahana Tehno (Pristine)
Produsen air minum Pristine, yang berada di bawah naungan PT Super Wahana Tehno, menegaskan bahwa mereka menggunakan mata air pegunungan sebagai sumber utama.
Bukan air tanah dalam, melainkan air alami yang mengalir dari Gunung Pangrango.
5. PT Panfila Indosari (RON 88)
Produsen air minum RON 88, PT Panfila Indosari, menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan air hasil pengeboran. Air yang mengisi botol RON 88 berasal langsung dari mata air pegunungan.
Perwakilan perusahaan, Dewi, menjelaskan bahwa sumber air tersebut terletak di Gunung Mandalawangi, tepatnya di kawasan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung daerah yang dikenal memiliki aliran air alami yang jernih dan terlindungi.
6. PT Amidis Tirta Mulia (Amidis)
PT Amidis Tirta Mulia menjelaskan bahwa air minum kemasan Amidis berasal dari air bawah tanah dalam yang telah melalui proses distilasi atau penyulingan.
Amidis memastikan bahwa mereka tidak mengklaim airnya berasal dari pegunungan.
7. PT Muawanah Al Ma’soem (Al Ma’soem)
Produsen air minum Al Ma’soem mengungkapkan bahwa sumber air produknya berasal dari kaki Gunung Manglayang, yang terletak di Kabupaten Bandung Barat.
Mereka memastikan proses pengemasan dilakukan tak jauh dari lokasi mata air, agar kesegaran dan kualitas alami air tetap terjaga.
8. PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin)
Produsen air minum Le Yasmin, yang berada di bawah naungan PT Jaya Lestari Sejahtera, mengungkapkan bahwa mereka menggunakan air tanah dari sumur dalam sebagai bahan baku utama.
Perusahaan yang berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini menjelaskan bahwa proses pengambilan air dilakukan dari kedalaman sekitar 120 meter di bawah permukaan tanah lapisan yang dinilai lebih terlindungi dan memiliki kualitas air yang stabil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni