RADARTUBAN - Bagaimana cara kita memandang seni selama ini? Apakah itu sesuatu yang menyenangkan, rumit, atau yang lain?
Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing mengenai seni, salah satunya yaitu Presiden ke 6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
SBY mengaku meninggalkan dunia politik dan fokus menjadi seorang seniman membuatnya lebih bebas berekspresi tanpa adanya protokol.
Dalam orasi ilmiah setelah menerima penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Selasa (11/11) lalu, SBY mengaku telah meninggalkan dunia politik dan kini memilih menjalani hidupnya sebagai seorang seniman.
Alasan di baliknya adalah menjadi seorang seniman membuat SBY merasa lebih bebas dalam mengekspresikan perasaannya.
"Sempat ditanya oleh Pak Nuh (Prof. Mohammad Nuh, Ketua Majelis Wali Amanat ITS) Pak Rektor (Bambang pramujati), 'Pak SBY, nanti bapak pakai PowerPoint tidak?' tutur SBY menirukan ucapan dari Nuh dan Bambang.
Kemudian dengan gaya bercandanya, SBY mengungkapkan bahwa ia sudah lama tidak menggunakan slide PowerPoint untuk presentasi karena kesibukannya sekarang adalah bermain musik, membuat puisi, novel, dan juga berolahraga.
Sebuah kebiasaan baru yang unik dan menyenangkan bukan.
Bebas Berekspresi dengan Seni
Kesenian ada bermacam-macam, dan kita bisa memilih mana yang kita sukai.
Melalui cara yang dilakukan SBY untuk menjalankan kesehariannya, kita dapat mengambil inspirasi dari hal tersebut.
Yakni dengan menggunakan seni sebagai sarana untuk bebas berekspresi, bebas mengungkapkan perasaan dengan cara yang berbeda.
Contohnya saja menulis puisi dan novel, tidak perlu setiap hari. Ketika kita merasa jenuh, sedih, bahkan gembira sekalipun dapat kita tuangkan dalam sebuah puisi.
Kisah-kisah atau masalah-masalah yang membebani pikiran dapat kita tuangkan dalam bentuk cerita atau novel.
Selain itu, ada cara lain yaitu dengan bermain musik. Banyak orang menyukai musik dan bahkan menggunakan hal itu sebagai sarana untuk membuat diri sendiri bahagia.
Intinya, seni adalah salah satu cara bagi kita untuk menuangkan perasaan dan mengekspresikan diri dengan bebas, sehingga kita dapat merasakan bagaimana rasanya lepas dari belenggu belenggu perasaan yang mengganjal, pikiran yang terlalu berat, dan hal lain yang mengganggu ketenangan kita.
Jika kamu merasa harimu berat, kamu bisa mencoba untuk meringankan beban dengan kesenian. Apakah kira-kira kamu juga tertarik untuk mencoba cara tersebut? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni