Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Sampaikan Duka, Tekankan Evakuasi Cepat Korban Longsor Cilacap

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 16 November 2025 | 00:35 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak longsor di Cilacap, Jateng, pada Jumat (14/11).
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak longsor di Cilacap, Jateng, pada Jumat (14/11).

RADARTUBAN- Bencana longsor yang menimpa Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis malam (13/11) meninggalkan luka mendalam.

Tiga jiwa telah berpulang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, 20 orang lainnya masih belum ditemukan, menimbulkan harapan dan doa agar mereka segera kembali dengan selamat.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita yang tulus bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat yang terdampak.

Dia menekankan bahwa negara hadir di tengah duka ini, dengan meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun tangan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan tuntas.

Sejak kemarin, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, sudah berada di lokasi longsor di Cilacap.

Dia bergerak cepat ke lapangan begitu menerima perintah langsung dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Kehadiran jenderal bintang dua TNI AD ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka. Dengan turun langsung ke dua dusun di Desa Cibeunying yang terdampak.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Presiden memerintahkan BNPB untuk segera turun ke lapangan, memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan hingga masa tanggap darurat benar-benar tuntas.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/11).

Mayjen TNI Budi Irawan menegaskan bahwa dirinya hadir langsung di Cilacap untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten dalam menghadapi bencana longsor.

Kehadiran BNPB di lapangan bukan hanya untuk memberi arahan, tetapi juga memastikan setiap langkah penanganan berjalan bersama-sama dengan pemerintah daerah.

Dia menekankan bahwa saat ini ada kebutuhan yang sangat mendesak dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Masa krusial atau golden time menjadi penentu, karena setiap detik begitu berharga untuk menemukan korban dan memberi pertolongan secepat mungkin.

Budi menjelaskan, saat ini ada 512 personel gabungan yang turun langsung membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Mereka berasal dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan dan warga setempat yang bahu-membahu di lapangan.

Dia melihat pos-pos darurat sudah mulai terbentuk di lokasi terdampak. Termasuk dapur umum yang kini menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan makanan hangat di tengah situasi sulit.

Kehadiran para petugas dan relawan ini memberi harapan baru bagi keluarga korban dan masyarakat yang sedang berjuang melewati masa darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dapur umum telah didirikan di lokasi bencana. Kehadiran dapur ini menjadi sumber makanan hangat bagi warga yang terdampak, sekaligus bagi tim SAR yang terus bekerja tanpa henti.

Selain itu, pos kesehatan juga dibuka agar masyarakat bisa mendapatkan layanan medis secara gratis.

Langkah ini diharapkan memberi rasa aman dan dukungan bagi warga yang sedang berjuang melewati masa sulit, sekaligus memastikan para petugas tetap sehat dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Longsor #cilacap #presiden prabowo subianto