Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dua Bibit Siklon 97S dan 98S Aktif Dekat Indonesia, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Alifah Nurlias Tanti • Senin, 17 November 2025 | 22:05 WIB
Ilustrasi dua bibit siklon tropis terdeteksi berada di dekat lautan Indonesia.
Ilustrasi dua bibit siklon tropis terdeteksi berada di dekat lautan Indonesia.

RADARTUBAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat soal potensi cuaca ekstrem.

Saat ini, ada dua bibit siklon tropis 97S dan 98S yang aktif di sekitar Indonesia.

Walau kemungkinan berkembang menjadi siklon tropis penuh masih kecil dalam 1–3 hari ke depan, keduanya tetap bisa memicu hujan deras dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Dalam laporan di akun Instagram resmi @infobmkg, BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S pada 14 November 2025 pukul 07.00 WIB.

Lokasinya berada di Samudra Hindia, tepat di barat daya Nusa Tenggara Barat, dan masuk dalam area pemantauan TCWC Jakarta. Siklon ini tercatat memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 37 km/jam dengan tekanan udara terendah 1007 hPa.

BMKG menyampaikan bahwa Bibit Siklon Tropis 97S saat ini bergerak ke arah timur.

Dalam tiga hari ke depan, peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih tergolong rendah. Meski begitu, dampaknya tetap perlu diwaspadai.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi turun di sejumlah wilayah.

- Jawa Timur

- Nusa Tenggara Barat

- Bali

- Maluku (termasuk Maluku Barat Daya)

Sementara itu, BMKG melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S pada (14/11) pukul 18.00 WIB.

Bibit siklon ini terpantau terbentuk di Samudra Hindia, tepat di barat daya Bengkulu, dan kini masuk dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta.

BMKG mencatat, Bibit Siklon Tropis 98S berputar dengan angin yang mencapai 47 km/jam dan tekanan minimum 1007 hPa.

Saat ini, sistem tersebut bergerak ke arah timur–tenggara dan diperkirakan bisa berkembang menjadi siklon tropis meski masih dalam kategori rendah dalam 24–72 jam mendatang.

BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk lebih waspada terhadap kemungkinan banjir, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh dua bibit siklon tropis.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, BMKG juga mengimbau warga agar rutin memantau informasi cuaca terbaru, sehingga bisa lebih siap menghadapi dampak yang mungkin muncul di akhir periode pertumbuhan siklon ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bibit siklon tropis #BMKG #Cuaca Ekstrem #Samudra Hindia #Jawa Timur