RADARTUBAN – Kabar baik datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pemerintah dijadwalkan mencairkan bantuan sosial (bansos) tahap keempat serta Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Sosial (BLTS Kesra) pada Sabtu, 15 November 2025.
Informasi ini menjadi sorotan publik karena berbagai jenis bantuan akan turun serentak pada pertengahan November.
Bantuan yang cair mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta BLTS Kesra senilai Rp900 ribu.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bansos tambahan berupa beras dan minyak goreng untuk masyarakat rentan.
Adapun pencairan susulan bagi KPM yang belum menerima dana dipastikan berlangsung hingga akhir November 2025.
Lima Jenis Bansos Cair Serentak
Setidaknya ada lima bentuk bantuan yang dijadwalkan cair bersamaan pada 15 November lalu, yakni:
1. PKH – Untuk keluarga dengan komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
2. BPNT – Bantuan pangan yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.
3. BLTS Kesra – Rp900.000 bagi penerima yang sudah terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
4. Bantuan Beras – Sebesar 20 kg untuk masyarakat rentan.
5. Bantuan Minyak Goreng – Sebanyak 4 liter untuk KPM berhak.
Di luar itu, pemerintah juga mulai menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, hingga SMA yang terdata sebagai penerima aktif.
BSI, Mandiri, BNI, dan BRI Sudah Salurkan 90% Bantuan
Empat bank penyalur Himbara—BSI, Mandiri, BRI, dan BNI—dilaporkan telah menyalurkan sekitar 90 persen dana PKH, BPNT, dan BLTS Kesra.
Penyaluran dilakukan bertahap mengikuti jadwal transfer dari Kementerian Sosial.
Meski begitu, masih terdapat sejumlah KPM yang belum menerima saldo bantuan.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh antrean validasi data, perbaikan administrasi, atau keterlambatan pengiriman SP2D.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Ungkap 4,2 Juta Keluarga Tak Layak Terima Bansos, Kuota Dialihkan ke Warga Rentan
Pencairan Susulan Hingga Akhir November 2025
Pemerintah memastikan bahwa KPM yang belum mendapatkan haknya tidak perlu khawatir. Pencairan susulan tetap berjalan hingga akhir November 2025.
KPM diminta rutin mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Jika saldo belum masuk, masyarakat disarankan:
- Menghubungi pendamping sosial PKH setempat
- Mengecek status bantuan melalui aplikasi SIKS-NG
- Memastikan status SP2D sudah terbit dari Kemensos
Dengan langkah ini, KPM bisa mengetahui perkembangan penyaluran dana bantuan secara lebih akurat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni