RADARTUBAN - Gubernur Aceh, Muzakir manaf arau Mualem, menyoroti kondisi listrik yang sering mati di Aceh yang dinilai sangat mengganggu dan berdampak negatif terhadap sektor investasi di daerah tersebut.
Menurut Mualem, masalah pemadaman listrik yang terjadi secara berulang telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pelaku usaha, sehingga memerlukan perhatian serius dari PLN dan pemerintah pusat.
Mualem mengungkapkan bahwa, apabila listrik di Aceh terus bermasalah, kondisi tersebut berpotensi besar menurunkan minat para investor untuk menanamkan modalnya di Aceh.
Pasokan listrik yang tidak stabil dianggap sebagai hambatan utama dalam pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Selain itu, Pemadaman listrik yang berkepanjangan telah melumpuhkan aktivitas perkantoran, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelayanan publik seperti rumah sakit dan sekolah.
Banyak pelaku usaha kecil mengalami kerugian material akibat gangguan listrik tersebut, termasuk usaha yang sangat bergantung pada listrik untuk operasionalnya.
Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi, T. Emi Syamsyumi, juga menegaskan bahwa PLN gagal menjaga stabilitas pasokan energi di Aceh.
T. Emi Syamsyumi menyatakan bahwa alasan gangguan sistem yang sering disampaikan PLN tidak bisa dijadikan pembenaran terus-menerus.
Bahkan, Emi mengusulkan agar pengelolaan listrik di Aceh dapat diserahkan kepada pemerintah daerah jika PLN tidak mampu memperbaiki kondisi ini.
Diketahui bahwa Aceh memiliki potensi energi lokal yang besar dan pemerintah daerah mengingatkan PLN untuk lebih mengoptimalkan potensi tersebut demi menjaga kestabilan pasokan listrik.
Kerugian akibat lampu mati tidak hanya dirasakan oleh masyarakat biasa, namun juga menimbulkan keraguan investor yang berpotensi menghambat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan Aceh.
Pada kesempatan berbeda, Musdi Fauzi, anggota DPR Aceh, juga menyatakan bahwa penyediaan listrik bagi masyarakat yang terdampak sangat layak diberikan mengingat kerugian yang dialami cukup besar.
Gubernur Mualem menegaskan komitmennya untuk secara rutin mengeluarkan kinerja pejabat terkait agar persoalan kelistrikan tidak berlarut-larut dan terus menjadi penghambat pembangunan di Aceh. (*/lia)
Editor : radar tuban digital