Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Perkuat Budaya K3 Jelang Finalisasi FID GRR Tuban

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Kamis, 20 November 2025 | 19:00 WIB

Memasuki tahap akhir FID, PRPP menegaskan pentingnya K3 dengan menjaga lebih dari 5 juta jam kerja aman pada proyek GRR Tuban.
Memasuki tahap akhir FID, PRPP menegaskan pentingnya K3 dengan menjaga lebih dari 5 juta jam kerja aman pada proyek GRR Tuban.

RADARTUBAN – PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) terus memperkuat budaya kerja sehat dan aman di lingkungan proyek.

Seiring berjalannya proses penyusunan final investment decision (FID) untuk pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Meski proyek strategis nasional ini masih berada pada fase prarancang, perusahaan sudah menempatkan aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) sebagai fondasi utama seluruh aktivitas.

Langkah ini penting untuk memastikan seluruh pekerja, mitra kontraktor, hingga masyarakat sekitar terlindungi sejak tahap awal pembangunan kilang.

Pendekatan preventif dan terukur itu menjadi salah satu parameter krusial dalam penilaian FID yang kini memasuki tahap akhir.

Baca Juga: Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Diganjar Penghargaan Patra Nirbhaya, Catat 5 Juta Jam Kerja Aman di Proyek GRR Tuban

K3 Jadi Fondasi Kerja

Manager HSSE Petrochemical Complex PRPP, Sandi Dumara, menegaskan bahwa penyusunan K3L dalam proposal FID dilakukan secara ketat.

Kompleksitas desain GRR Tuban mengharuskan perusahaan menerapkan standar keselamatan kelas dunia.

“Kami menyusun rancangan pengelolaan K3 dengan sangat cermat, mengacu pada AMDAL dan standar internasional Environmental and Social Impact Assessment (ESIA),” jelas Sandi.

Tak hanya dokumen rencana, implementasi di lapangan juga berlangsung aktif.

PRPP menjalankan berbagai program berkala untuk membangun budaya kerja yang sehat dan aman.

Mulai dari weekly knowledge sharing tentang K3, pelatihan tanggap darurat.

Selanjutnya, pelatihan mengemudi defensif bagi pengemudi perusahaan, safety leadership program, hingga penguatan contractor safety management system.

Diganjar Penghargaan Patra Nirbhaya

Konsistensi itu berbuah apresiasi dari pemerintah.

Pada Kamis (13/11), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyerahkan penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama kepada PRPP atas keberhasilan menjaga lebih dari 5 juta jam kerja aman tanpa loss time injury sejak 13 Maret 2019 hingga Oktober 2025.

Penghargaan diterima langsung oleh Plt. Presiden Direktur PRPP sekaligus Kepala Teknik Migas perusahaan, Sigit Pradjaka Sugestihanto.

Sigit menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata kuatnya budaya K3 di lingkungan PRPP.

“Ini buah komitmen bersama sejak fase awal proyek. Saya mengapresiasi seluruh perwira PRPP yang konsisten menjalankan prinsip-prinsip K3 dalam setiap aktivitas,” ujarnya.

Penghargaan tahun ini sekaligus menjadi raihan ketiga secara beruntun setelah PRPP memenangkan penghargaan serupa pada 2023 dan 2024.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadirkan MyPertamina WikenFES di Malang Hadirkan Musik, UMKM, Komunitas, dan Aksi Sosial Berenergi

Siapkan Tahap Eksekusi Proyek

Sigit menegaskan bahwa budaya K3 akan terus diperkuat memasuki fase eksekusi proyek yang jauh lebih kompleks.

“Penghargaan ini menjadi bukti kepada pemangku kepentingan bahwa kami berkomitmen penuh menjaga keberlanjutan proyek. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan implementasi K3 di fase pembangunan fisik demi keselamatan seluruh pekerja dan masyarakat,” tegasnya.

GRR Tuban sendiri direncanakan berdiri di atas lahan seluas 840 hektare di Kecamatan Jenu, Tuban, dengan kapasitas pengolahan 300 ribu barel minyak per hari.

Kilang ini nantinya memproduksi BBM standar Euro V serta produk petrokimia seperti poliolefin dan aromatik. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban grr pertamina PRPP k3 fid