RADARTUBAN - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, setelah erupsi yang terjadi pada Rabu memicu kenaikan status aktivitas gunung.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan diberlakukan menyusul informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai peningkatan status Semeru dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga), hingga kini ditetapkan pada level IV (Awas).
"Merujuk pada peningkatan status aktivitas dari PVMBG, seluruh kegiatan pendakian ke Gunung Semeru dinyatakan ditutup," ujar Rudijanta di Malang, Rabu.
Kebijakan penutupan tersebut dituangkan dalam surat resmi Balai Besar TNBTS Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025.
Selain itu, keputusan ini juga mempertimbangkan rekomendasi PVMBG mengenai zona bahaya sejauh delapan kilometer dari puncak, serta sektoral 20 kilometer ke arah tenggara–selatan.
Penutupan diberlakukan hingga kondisi dinyatakan aman sepenuhnya. Bagi pendaki yang telah membeli tiket secara daring melalui laman bromotenggersemeru.id, TNBTS menyediakan opsi penjadwalan ulang.
Rudijanta berharap para calon pendaki dan masyarakat mematuhi seluruh imbauan PVMBG. "Kami mohon perhatian bersama untuk menaati zona bahaya demi keselamatan," tuturnya.
Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyampaikan bahwa kondisi Ranu Kumbolo masih terpantau aman karena berada di sisi utara, sementara aliran awan panas terdeteksi bergerak ke selatan–tenggara.
"Pengunjung tetap bermalam di lokasi karena perjalanan kembali ke Ranupani lebih berisiko dilakukan pada malam hari, terlebih cuaca sedang hujan," kata Endrip.
Seluruh pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo dijadwalkan turun menuju Ranupani pada Kamis, 20 November 2025, pukul 08.00 WIB.
Koordinasi dengan pemandu pendakian dari PPGST terus dilakukan, dan kondisi para pengunjung dipastikan aman.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengungkapkan terdapat 178 orang yang berada di Ranu Kumbolo, terdiri atas 137 pendaki, satu petugas, dua saver, tujuh pemandu PPGST, 15 porter, serta enam anggota dari Kementerian Pariwisata.
"PPGST melaporkan bahwa evakuasi malam tidak direkomendasikan karena jalur gelap, licin, dan beberapa titik rawan longsor. Kami meminta seluruh pendaki tetap berada di Ranu Kumbolo sambil bersiap jika sewaktu-waktu harus turun, dengan menyesuaikan kondisi terbaru," ujar Septi.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni