Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenaikan Harga Telur di Pasar Dinilai Akibat Permainan Rantai Distribusi, Bukan Ulah Produsen

Ika Nur Jannah • Jumat, 21 November 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi telur
Ilustrasi telur

RADARTUBAN - Pinsar Petelur Nasional menegaskan seluruh peternak ayam petelur di Indonesia tidak menjual telur dengan harga di atas batas acuan pemerintah (HAP).

Harga yang mahal di pasar disinyalir bukan akibat dari ulah peternak, melainkan permainan pihak lain di rantai distribusi.

Presiden Asosiasi Peternak Layer Nasional (APLN) Ki Musbar Mesdi menuturkan, banyak peternak yang menjual telur kepada pedagang dengan harga jauh di bawah harga acuan, yakni hanya Rp24.000 sampai Rp26.000 per kilogram.

Sementara di pasar konsumen, harga telur ayam bisa mencapai Rp32.000 per kilogram, lebih tinggi dari HAP Rp30.000 per kilogram.

Hal ini menunjukkan adanya tekanan harga dari pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dengan menjual ke konsumen pada harga tinggi.

Ki Musbar juga menuding pedagang menekan harga di tingkat peternak agar bisa memasok telur dengan harga rendah ke program dapur SPPG (Makan Bergizi Gratis), sementara menjual ke pasar umum dengan harga yang jauh lebih mahal.

Dengan demikian, kenaikan harga telur di pasar bukan disebabkan oleh peternak yang menaikkan harga, melainkan oleh permainan pedagang sebagai pihak yang mengatur harga jual ke konsumen.

Jika telur di pasar mahal, pihak yang bermain adalah para pedagang dan oknum di rantai distribusi, bukan produsen telur itu sendiri.

Selain itu, peternak menghadapi tantangan biaya produksi yang tinggi seperti mahalnya harga pakan dan bibit ayam petelur, sehingga peternak sebenarnya mengalami tekanan finansial.

Ini berkontribusi pada kestabilan harga produksi yang sulit turun serta pasokan yang terbatas.

Pemangku kepentingan terkait diharapkan untuk menelusuri dan mengatur rantai distribusi agar harga telur di pasar bisa stabil dan terjangkau, tanpa menempatkan peternak maupun konsumen. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#HAP #petelur #peternak #Harga Telur