RADAR TUBAN- Kemarin (19/11), Gunung Semeru kembali meletus.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak memantau kondisi di lapangan.
Melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), BNPB terus mengikuti perkembangan pasca-erupsi, terutama bagaimana warga di sekitar gunung merasakan dampaknya.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, meminta seluruh timnya segera bergerak merespons kondisi pasca-erupsi Semeru. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga, menilai kerusakan, dan mendampingi mereka yang harus mengungsi.
Hingga malam ini, laporan Pusdalops BNPB mencatat ada 3 desa di 2 kecamatan yang terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa erupsi Semeru berdampak pada warga di tiga desa: Supit Urang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.
Dalam laporan terbaru, petugas BPBD bersama berbagai pihak langsung bergerak mengevakuasi warga ke tempat aman.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 300 orang harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di dua lokasi berbeda.
Sekitar 200 warga kini berlindung di Balai Desa Oro-oro Ombo, sementara 100 orang lainnya mengungsi di SD 2 Supiturang.
Sebagian warga juga dievakuasi ke Balai Desa Penanggal. Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah dan kondisi warga terdampak.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai hari ini hingga (26/11).
Dengan keputusan ini, pos komando segera diaktifkan agar penanganan darurat bencana bisa berjalan lebih cepat dan efektif demi keselamatan warga.
Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus sekitar pukul 14.13 WIB.
Menurut PVMBG, awan panas dari erupsi kali ini meluncur sejauh kurang dari 13 kilometer. Warga di sekitar lereng gunung merasakan langsung dampak dari peristiwa tersebut.
Awan panas Semeru terpantau mengarah ke tenggara dan selatan, termasuk Besuk Kobokan.
PVMBG meminta warga tidak beraktivitas dalam radius 20 km dari puncak, serta menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Masyarakat diimbau menjauhi radius 8 km dari puncak Semeru. Waspadai awan panas, lava, dan lahar di aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai di sekitarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni