RADARTUBAN - Jantung adalah salah satu organ yang sangat vital bagi tubuh manusia.
Fungsi jantung memiliki peran yang sangat penting dalam memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh bagian tubuh.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan jantung sejak dini menjadi hal yang krusial agar fungsinya tetap optimal.
Dua jenis asupan harian yang kerap dianggap sebagai penyebab utama gangguan jantung adalah gula dan garam.
Kedua asupan tersebut sehari-hari hampir tidak pernah lepas dari konsumsi manusia.
Bahaya gula terhadap jantung
Konsumsi gula yang terlalu banyak, terutama dari pemanis buatan, dapat secara langsung memengaruhi kesehatan jantung melalui berbagai mekanisme.
Asupan gula tinggi yang berlangsung terus-menerus meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol.
Serta sindrom metabolik, kondisi-kondisi tersebut kemudian berkontribusi pada peningkatan kadar trigliserida, penurunan kolesterol HDL, tekanan darah tinggi, dan peradangan sistemik.
Semua faktor yang telah disebutkan tersebut merupakan pemicu utama penyakit arteri koroner dan serangan jantung.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa orang dewasa yang konsumsi minuman manis paling tinggi memiliki risiko 12 persen lebih besar mengalami hipertensi dan penyakit jantung jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi paling sedikit.
Gula tambahan, khususnya fruktosa, telah terbukti meningkatkan kebutuhan oksigen miokard, dan dapat mempercepat detak jantung.
Serta memperburuk variabilitas tekanan darah, hal tersebut tentunya dapat menambah beban pada jantung dan sistem arteri.
Selain itu, konsumsi gula dengan cara berlebihan secara kronis memicu peradangan tingkat rendah yang berlangsung lama.
Peradangan ini dikenal sebagai jalur utama menuju aterosklerosis, yaitu pengerasan dan penyempitan arteri, yang akhirnya meningkatkan risiko pecahnya plak dan terjadinya serangan jantung.
Studi kohort prospektif yang dikutip oleh BMJ dan sejumlah penelitian lain menegaskan adanya hubungan dosis-respons.
Mereka yang memperoleh lebih dari 20 persen energi harian dari gula tambahan memiliki risiko terjadinya penyakit jantung jauh lebih tinggi.
Bahaya garam terhadap jantung
Meskipun dibutuhkan tubuh untuk fungsi fisiologis.
Garam atau ysng memiliki nama lain natrium klorida dapat menimbulkan dampak buruk bagi jantung terutama melalui mekanisme tekanan darah.
Asupan natrium berlebih menjadi penyebab utama hipertensi, yang merupakan faktor risiko dominan bagi serangan jantung, stroke, dan gagal jantung di seluruh dunia.
Efek hipertensi akibat garam muncul ketika kelebihan natrium tubuh kemudian akan menahan lebih banyak air.
Hal tersebut meningkatkan volume darah dan menambah tekanan pada dinding arteri, pembuluh darah menjadi kaku dalam jangka panjang, jantung membesar untuk mengompensasi, dan lapisan arteri lebih rentan terhadap kerusakan serta memicu pembentukan plak.
Studi populasi besar seperti INTERSALT, yang melibatkan lebih dari 100.000 pasien.
Serta analisis UK Biobank terbaru, menunjukkan adanya hubungan linear yang jelas antara kadar natrium yang melebihi ambang batas dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Dari penjelasan diatas baik gula maupun garam sama-sama memiliki dampak yang negatif jika dikonsumsi berlebihan.
Perlindungan terbaik untuk kesehatan jantung adalah dengan mengurangi atau bahkan menghindari makanan olahan, mengontrol asupan natrium dan gula tambahan.
Serta mengutamakan makanan utuh yang kaya nutrisi, metode tersebut tentunya telah didukung oleh berbagai studi kohort lintas negara, meta-analisis, serta rekomendasi dari para pakar kesehatan masyarakat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama