Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Konten Sosial Media Dinilai Picu Perilaku Agresif Anak, KPAI Ingatkan Dampak Paparan Tanpa Pengawasan

Ika Nur Jannah • Minggu, 23 November 2025 | 00:50 WIB
Ilustrasi Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial

RADARTUBAN - Konten yang beredar di media sosial diduga menjadi salah satu penyebab utama tindakan kekerasan dan perilaku agresif di kalangan anak-anak.

Hal ini menjadi perhatian serius terutama setelah kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga melibatkan siswa dari sekolah tersebut, menimbulkan kekhawatiran pengaruh media digital terhadap anak.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, konten negatif di internet yang tidak hanya terbatas pada kekerasan, tetapi juga pornografi, perjudian online, dan perilaku negatif lainnya, berpotensi memicu anak untuk berperilaku agresif dan meniru tindakan tersebut dalam kehidupan nyata.

Anak-anak yang menonton konten negatif berulang kali tanpa pengawasan orang dewasa rentan mengalami dampak buruk karena belum memiliki kemampuan filter yang baik.

Selain itu, psikolog anak dan keluarga Samanta Ananta menekankan bahwa bukan hanya konten media sosial yang mempengaruhi perilaku agresif anak, tetapi juga faktor pengasuhan di rumah dan lingkungan sekitar.

Anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dari lingkungan sehari-hari, sehingga pengaruh konten digital yang mengandung unsur kekerasan atau agresivitas dapat memperkuat perilaku negatif tersebut.

Psikolog klinis Phoebe Ramad menambahkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten negatif di media digital juga dapat mengancam kesehatan mental anak dan remaja dengan menormalisasi perilaku agresif dan memicu masalah citra diri, seperti rendah diri dan depresi.

Phoebe menyarankan agar orang tua aktif mendampingi anak dalam mengakses konten digital, bukan melarang total, dengan tujuan membantu anak membedakan mana konten yang sehat dan bermanfaat.

pentingnya edukasi dan literasi digital untuk memerangi konten negatif di media sosial sebagai langkah utama menjaga keamanan ruang digital bagi anak muda yang merupakan pengguna internet terbesar di Indonesia.

Dengan meningkatnya kekhawatiran akan konten negatif dan dampaknya terhadap anak-anak, kolaborasi antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung perkembangan anak secara positif. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#agresif #kpai #anak-anak #SMAN 72 Jakarta #konten negatif #sosial media