RADARTUBAN - Setiap kali ada acara resmi, menanam pohon sering dijadikan simbol.
Ada pejabat datang, ada wartawan meliput, lalu bibit pohon ditancapkan ke tanah.
Foto-foto diambil, berita ditulis, semua terlihat indah.
Tapi setelah itu, sering kali pohon yang ditanam dibiarkan begitu saja.
Tidak dirawat, tidak disiram, bahkan kadang mati sebelum sempat tumbuh besar.
Fenomena ini membuat menanam pohon lebih mirip seremoni daripada aksi nyata.
Padahal, pohon bukan sekadar simbol.
Pohon juga butuh perhatian, butuh waktu, dan butuh komitmen agar bisa tumbuh dan memberi manfaat.
Pohon Bukan Sekadar Properti Foto
Pohon sering dijadikan latar foto untuk menunjukkan kepedulian lingkungan.
Tapi pohon bukan properti.
Pohon adalah makhluk hidup yang punya peran besar, yaitu menghasilkan oksigen, menyerap karbon, menjaga air, dan memberi keteduhan.
Kalau hanya ditanam untuk foto, lalu dibiarkan mati, maka makna menanam pohon hilang begitu saja.
Menanam pohon seharusnya bukan soal pencitraan, melainkan soal tanggung jawab.
Karena pohon yang hidup akan memberi manfaat jauh lebih besar daripada sekadar gambar di media sosial.
Merawat Itu Sama Pentingnya dengan Menanam
Menanam pohon adalah langkah awal.
Tapi langkah berikutnya, yaitu merawat, justru lebih penting.
Pohon perlu disiram, diberi pupuk, dijaga dari hama, dan dipastikan tidak ditebang sembarangan.
Tanpa perawatan, pohon tidak akan tumbuh.
Merawat pohon juga butuh kesabaran.
Tidak seperti proyek instan, pohon butuh waktu bertahun-tahun untuk besar.
Dan di situlah tantangannya: apakah kita siap menjaga sesuatu yang hasilnya baru terlihat di masa depan?
Menanam pohon hanya jadi seremoni kalau berhenti di foto-foto.
Agar tidak sekadar simbol, kita harus merawatnya.
Karena pohon yang hidup adalah investasi jangka panjang: untuk udara, air, tanah, bahkan kesehatan mental manusia.
Jadi, kalau ada acara menanam pohon, jangan berhenti di seremoni.
Pastikan ada komitmen merawat.
Karena pohon bukan sekadar pencitraan, melainkan masa depan yang harus dijaga. (*/lia)
Editor : radar tuban digital