Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KAI Commuter Bantah Isu Pemecatan Petugas Usai Viral Kasus Tumbler Tuku Hilang yang Ramai di Media Sosial

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 28 November 2025 | 00:11 WIB
Viral kasus tumbler Tuku hilang di Commuter line
Viral kasus tumbler Tuku hilang di Commuter line

RADARTUBAN- KAI Commuter akhirnya memberikan penjelasan terkait beredarnya kabar viral di media sosial tentang petugas yang disebut-sebut bermasalah setelah menerima laporan barang tertinggal dari pengguna Commuter Line pada Senin (17/11).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang tersebar tersebut.

Penelusuran Internal Masih Berjalan

Karina menyampaikan bahwa langkah awal yang dilakukan perusahaan adalah berkoordinasi dengan mitra pengelola petugas front liner.

Proses ini diperlukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Kami perlu memastikan kejadian viral tersebut melalui proses verifikasi dengan pihak mitra,” ujar Karina dalam keterangan resmi.

Tidak Ada Pemecatan Petugas

Menanggapi isu pemecatan petugas, KAI Commuter menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Perusahaan memiliki prosedur kepegawaian yang jelas dan selalu mengikuti aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Karina menambahkan bahwa seluruh petugas sudah diarahkan untuk menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) dengan benar demi menjaga kualitas layanan kepada seluruh pengguna.

“Tidak ada pemberhentian ataupun pemecatan seperti yang ramai dibicarakan,” tegasnya.

Evaluasi Menyeluruh untuk Cegah Kejadian Serupa

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, KAI Commuter memastikan akan melakukan evaluasi bersama mitra pengelola petugas.

Proses evaluasi ini diharapkan dapat memperjelas duduk perkara sekaligus menjadi bahan perbaikan layanan.

“Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” tambah Karina.

Barang Tertinggal Menjadi Tanggung Jawab Penumpang

KAI Commuter juga mengingatkan para pengguna bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam rangkaian merupakan tanggung jawab masing-masing.

Karena itu, penumpang diminta lebih teliti menjaga barang bawaan saat menggunakan layanan.

“Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” katanya.

Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Buka Suara Soal Insiden yang Dialami Kereta Jenggala di Stasiun Surabaya

Kronologi Penumpang KRL yang Kehilangan Tumbler Tuku 

Sebelumnya, ramai sebuah utas di media sosial X yang berisi curhatan seorang penumpang KRL terkait hilangnya sebuah tumbler miliknya.

Kisah tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu perbincangan karena adanya dugaan keterlibatan petugas keamanan dalam kejadian itu.

Dalam unggahannya, penumpang itu menuliskan bahwa tumbler miliknya hilang saat ia berada di dalam rangkaian kereta.

Ia menuding salah satu petugas keamanan ikut bertanggung jawab atas kehilangan tersebut.

Hal yang membuat kisah ini semakin viral adalah keputusan penumpang yang menolak menerima ganti rugi dari petugas, yang disebut-sebut berujung pada pemecatan petugas keamanan tersebut.

Utas tersebut awalnya ditujukan kepada akun resmi KAI Commuter.

“TUMBLER TUKU-ku hilang karena kelalaian petugas PT KAI @commuterline. Ceritanya begini. Maaf sebelumnya, karena faktor lupa aku meninggalkan cooler bag di bagasi kereta,” tulis akun @anitadewi, Kamis (27/11).

Penumpang itu menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Senin malam ketika ia pulang kerja menggunakan KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung, sekitar pukul 19.00 WIB. Ia turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB.

“Setelah turun, aku baru sadar cooler bag tertinggal di bagasi. Aku langsung lapor ke petugas security dan menjelaskan posisinya di gerbong khusus wanita,” tulisnya.

Petugas keamanan yang menerima laporan langsung menindaklanjuti dan meminta nomor kontak yang bisa dihubungi.

Tidak lama setelah itu, petugas memberi kabar bahwa cooler bag tersebut telah ditemukan lengkap dengan isinya. Petugas bahkan mengirimkan foto sebagai bukti.

Namun barang itu tidak bisa dikirim ke Stasiun Rawa Buntu sehingga penumpang diminta mengambilnya keesokan hari di Stasiun Rangkasbitung.

Keesokan harinya, penumpang tersebut bersama suaminya mendatangi Stasiun Rangkasbitung untuk mengambil cooler bag miliknya.

“Sesampainya di sana, aku sudah menerima cooler bag-nya. Tetapi begitu dibuka… aku kaget berat! Tumbler Tuku-ku hilang,” tulisnya dalam kelanjutan utas tersebut. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pemecatan #tumbler Tuku #rangkasbitung #penumpang krl #commuter line #anitadewi #kai commuter #Cooler bag #stasiun tanah abang