Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Tegaskan Sikap Keras soal Markup Anggaran: Peringatkan Birokrat yang Masih Main Harga

Siti Rohmah • Minggu, 30 November 2025 | 03:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap keras terhadap praktik manipulasi anggaran yang masih terjadi di kementerian dan lembaga negara, khususnya terkait permainan harga dalam pengadaan barang dan jasa.

Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Gelora Bung Karno, Presiden Prabowo meminta para pimpinan memperketat pengawasan internal serta menghentikan tindakan korupsi yang merugikan negara.

"Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu," tegas Presiden.

Ia menekankan komitmennya membangun pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan publik.

Prabowo menyampaikan peringatan keras kepada para birokrat yang masih mencoba memanfaatkan anggaran negara.

"Saya kasih peringatan ya, para birokrat. Kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh semua. Markup-markup barang harga 10 juta dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu," ujarnya.

Presiden meminta para menteri, kepala badan, dan pejabat struktural untuk segera membersihkan aparat di lingkungan masing-masing.

Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kualitas pendidikan.

"Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat. Jangan mencuri uang rakyat," katanya.

Prabowo turut mengingatkan Menteri Pendidikan agar mewaspadai potensi kecurangan di sektor pendidikan yang menjadi prioritas pembangunan.

Menurut Presiden, perkembangan teknologi digital memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan langsung kepadanya tanpa melalui jalur birokrasi yang panjang.

"Sekarang ada digital. Rakyat, anak-anak di desa manapun bisa langsung hubungan sama saya," ujarnya.

Di akhir pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk bersatu memberantas korupsi demi masa depan bangsa.

"Bantu saya berantas korupsi. Bersama-sama kita bangun bangsa kita," tutupnya.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Markup #birokrasi #presiden prabowo subianto #anggaran