Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Bocil Sepeda Listrik: Lebih Berbahaya dari Emak-Emak di Jalanan

M. Afiqul Adib • Minggu, 30 November 2025 | 14:07 WIB
Fenomena bocil di jalan raya
Fenomena bocil di jalan raya

RADARTUBAN - Sudah sejak lama, emak-emak di jalanan menjadi ikon yang paling mengkhawatirkan.

Kelakuan mereka sering jadi bahan cerita: tiba-tiba belok, motong jalur seenaknya, sein kiri tapi belok kanan, hingga rem mendadak tanpa aba-aba.

Namun belakangan, ada “makhluk jalanan” baru yang level bahayanya jauh di atas itu. Mereka adalah bocil sepeda listrik.

Fenomena anak-anak berseragam sekolah, masih mungil dengan tas di punggung, tiba-tiba melaju di jalan raya dengan sepeda listrik kini makin sering terlihat di berbagai kota.

Entah sejak kapan mereka menjadi “raja jalanan”, jumlahnya semakin membludak, dan masalahnya jelas: skill berkendara mereka masih awur-awuran.

Masalah Utama: Mereka Masih Bocil

Sepeda listrik sebenarnya bukan masalah. Yang jadi persoalan adalah mayoritas penggunanya adalah anak-anak sekolah dasar atau menengah.

Mereka jelas belum punya SIM, bahkan belum masuk kategori layak untuk mendapat SIM.

Nalarnya belum matang, belum bisa mengukur risiko, belum paham situasi lalu lintas, dan belum tahu cara antisipasi bahaya.

Sepeda listrik membuat segalanya terlihat gampang. Tinggal tekan gas, langsung melaju.

Akibatnya, bocil sepeda listrik ini melaju tanpa ragu, tanpa sein, dan tanpa perhitungan apa pun.

Kadang zig-zag, kadang berhenti mendadak, kadang belok tanpa sinyal. Pengendara lain hanya bisa pasrah, ngerem mendadak, dan berharap tidak terjadi tabrakan.

Diam-Diam Mematikan

Bahaya sepeda listrik bukan hanya soal pengendara bocil yang belum paham aturan. Kendaraan ini nyaris tanpa suara.

Motor biasa masih ada brumnya, tapi sepeda listrik melaju senyap. Bayangkan seorang bocil melaju seperti ninja, tiba-tiba sudah ada di depan motor atau mobil kita.

Kalau sampai terjadi kecelakaan, urusannya bisa panjang. Ironisnya, yang sering disalahkan justru pengendara motor atau mobil, bukan bocilnya.

Padahal merekalah yang melaju di jalan raya seperti sedang main game GTA, tanpa helm, tanpa perhitungan, dan tanpa rasa takut.

Baca Juga: Peminat Sepeda Listrik di Tuban Mulai Menurun

Emak-Emak Belok Mendadak Jadi Kalah

Selama ini, emak-emak dengan sein kiri belok kanan dianggap paling berbahaya di jalan. Namun dibandingkan bocil sepeda listrik, kelakuan emak-emak itu jadi terlihat “biasa” saja.

Bocil sepeda listrik lebih berbahaya karena kombinasi lengkap: tidak pakai helm, tidak punya keterampilan berkendara, tidak paham risiko, dan tidak ada rasa takut. Kombo sempurna untuk membuat siapa saja di jalan raya otomatis ketar-ketir.

Harapan Akan Aturan dan Kesadaran

Fenomena bocil sepeda listrik seharusnya tidak dibiarkan begitu saja. Perlu ada aturan yang jelas, pengawasan yang masuk akal, dan kesadaran dari orang tua bahwa anak-anak mereka belum cukup layak mengendarai kendaraan di jalan raya.

Kalau dibiarkan, kekacauan kecil ini bisa berkembang menjadi masalah besar. Jalan raya bukan arena bermain, dan keselamatan bukan hal yang bisa ditawar.

Bocil sepeda listrik mungkin terlihat lucu, tapi di balik itu ada potensi bahaya yang nyata. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#berbahaya #sim #emak-emak #jalan raya #sepeda listrik #bocil