RADARTUBAN - Banjir besar yang yang terjadi di beberapa daerah yang ada di Sumatera Utara membuat layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) harus beralih fungsi.
Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah yang dilanda banjir tersebut beralih fungsi sebagai dapur umum darurat.
Langkah tersebut diambil karena sekolah-sekolah yang biasanya menjadi titik distribusi program MBG terpaksa diliburkan akibat bencana banjir besar yang melanda.
Makanan yang awalnya disediakan untuk para siswa sekolah kini dialihkan sepenuhnya diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara, KR Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa perubahan fungsi ini adalah salah satu langkah penting dalam kondisi darurat saat banjir melanda.
"Karena bencana banjir, maka sekolah di wilayah yang terdampak kemudian diliburkan. Karena itu penerima manfaat MBG kemudian dialihkan kepada masyarakat terdampak," ujar Agung Kurniawan, dikutip Sabtu (29/11).
Secara keseluruhan tercatat terdapat sebanyak 179 SPPG yang aktif di 10 kabupaten/kota terdampak banjir di Sumatera Utara.
Hingga saat ini, BGN telah menyalurkan lebih dari 290.000 porsi makanan.
Berikut ini adalah beberapa titik distribusi utama beserta jumlah paket yang disalurkan:
1. Kota Medan: 48 SPPG menyalurkan 55.000 paket makanan.
2. Kabupaten Deli Serdang: 54 SPPG menyalurkan 100.000 porsi makanan, baik menu basah maupun kering.
3. Kota Tebing Tinggi: 13 SPPG menyalurkan 45.000 paket makanan.
4. Kabupaten Langkat: 11 SPPG menyalurkan 32.000 paket makanan.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara juga memastikan seluruh personel untuk terlibat aktif dalam penanganan bencana.
"Seluruh Korwil (Koordinator Wilayah SPPG yang membawahi Kabupaten/Kota) serta SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) ikut hadir di garda terdepan untuk membantu masyarakat terdampak bencana," ungkapnya.
Operasi kemanusiaan yang dilakukan tersebut tidaklah lepas dari berbagai hambatan dilapangan, ketersediaan bahan baku, listrik, dan jaringan internet sangat terbatas di wilayah terdampak musibah tersebut.
Bahkan, Kepulauan Nias sempat mengalami kesulitan distribusi karena Pelabuhan Sibolga sementara waktu sempat ditutup.
Selain itu, tim BGN juga harus tetap bekerja tanpa ada libur, termasuk pada akhir pekan.
“Namun kami telah mendapat petunjuk dari pimpinan BGN untuk tetap beroperasi pada hari libur,” ujar Agung. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama