Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rais Aam PBNU Tegaskan KH Yahya Cholil Staquf Resmi Tidak Lagi Menjabat Ketum PBNU

Siti Rohmah • Minggu, 30 November 2025 | 19:40 WIB
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.

RADARTUBAN - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Ahyar menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf resmi tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Dengan demikian, Yahya tidak memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut jabatan tersebut.

"Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," ujar KH Miftachul Ahyar dalam konferensi pers di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu.

Dia menegaskan keputusan Syuriah PBNU bersifat final, sehingga seluruh tindakan yang mengatasnamakan Ketua Umum PBNU setelah keputusan tersebut dinyatakan tidak lagi memiliki legitimasi.

Miftachul juga menekankan bahwa risalah Rapat Harian Syuriah PBNU disusun berdasarkan data serta kondisi faktual.

"Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta," tuturnya.

Lebih lanjut, guna memastikan roda organisasi berjalan normal, PBNU akan segera menyelenggarakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat. Ia menegaskan kehendak agar transisi kepemimpinan berlangsung tertib sesuai aturan jam'iyah.

Di sisi lain, Miftachul memberikan perhatian khusus terhadap dinamika opini publik dan informasi yang berkembang di ruang media.

Baik arus utama maupun media sosial. Untuk menjamin akurasi dan integritas informasi, PBNU membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang akan bekerja secara komprehensif dan mendalam.

Dua Wakil Rais Aam, yakni KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, ditunjuk sebagai pengarah TPF.

Demi mendukung proses investigasi, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara waktu hingga tugas TPF rampung.

Sementara itu, implementasi Digdaya Persuratan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Miftachul kemudian mengingatkan seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Khittah NU.

"Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," ujarnya.

Sebagai upaya spiritual, dia juga mengajak seluruh jamaah NU memperbanyak doa agar diberikan jalan terbaik dan maslahat bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Rais Aam #kh yahya cholil staquf #pbnu