RADARTUBAN – Pemerintah menetapkan Pelabuhan Krueng Geukueh di Kabupaten Aceh Utara sebagai pusat distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Keputusan ini diambil menyusul terputusnya banyak jalur darat akibat tingginya genangan dan kerusakan infrastruktur.
Distribusi via Laut Jadi Pilihan Utama
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pelabuhan tersebut kini menjadi titik vital untuk menyalurkan bantuan ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Kondisi ini terjadi karena beberapa ruas jalan hingga jembatan, khususnya di Kabupaten Bireuen, tidak bisa dilalui akibat diterjang banjir.
“Distribusi bantuan tidak memungkinkan dilakukan lewat darat. Karena itu Pelabuhan Krueng Geukueh dimaksimalkan sebagai jalur utama,” ujar Tito saat meninjau lokasi.
Wilayah Pidie Masih Bisa Dijangkau Lewat Darat
Tito menjelaskan, pengiriman bantuan ke Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya masih dapat ditempuh melalui rute darat.
Namun untuk wilayah lain yang terdampak lebih parah, jalur laut melalui Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi opsi paling efektif.
“Saya berharap penggunaan pelabuhan ini bisa mempercepat distribusi bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pastikan Stok Pangan Aman
Dalam kunjungannya, Tito juga menegaskan bahwa stok beras untuk masyarakat, terutama di Kota Lhokseumawe, berada dalam kondisi cukup.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan penambahan pasokan guna mengantisipasi kebutuhan selama masa pemulihan.
“Pelabuhan ini juga dapat menjadi pintu masuk pasokan kebutuhan pokok. Selama ini suplai datang dari Medan ataupun Banda Aceh melalui jalur darat,” katanya.
Dukung Operasi SAR dan Penanganan Darurat
Selain penyaluran logistik, Pelabuhan Krueng Geukueh juga difungsikan Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk pengiriman peralatan penyelamatan, mulai dari perahu karet hingga perlengkapan evakuasi lainnya.
Koordinasi Lintas Kementerian Diperkuat
Tito memastikan hasil tinjauan lapangan akan segera dilaporkan ke kementerian terkait guna mempercepat langkah mitigasi dan pemulihan di wilayah terdampak.
“Pusat akan memperkuat dukungan agar distribusi logistik dan penanganan banjir di Aceh dapat berjalan maksimal,” tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni