Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Joko Widodo Ditunjuk Pimpin Task Force, BRIN Kerahkan Sains Tangani Bencana Banjir Sumatera

Tulus Widodo • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:45 WIB
Joko Widodo ditunjuk untuk memimpin Task Force bencana di Sumatera
Joko Widodo ditunjuk untuk memimpin Task Force bencana di Sumatera

RADARTUBAN – Di tengah meluasnya banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayah Aceh hingga Sumatera Utara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bergerak cepat.

Lembaga riset negara itu mengaktifkan kekuatan pengetahuan dan teknologinya.

Komandonya dipegang Joko Widodo—bukan Presiden RI ke-7, melainkan peneliti senior BRIN yang lama berkutat pada geografi, radar, dan sains lingkungan.

Sejak Minggu (30/11), Joko Widodo memimpin rapat internal yang langsung mengeksekusi pengerahan unit-unit reaksi cepat BRIN.

Dari pemetaan satelit, suplai air bersih, hingga mobilisasi tenaga kesehatan, semua digerakkan dalam satu tarikan napas untuk mengejar kebutuhan warga yang terus meningkat di lapangan.

“BRIN hadir dengan pendekatan ilmiah. Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan SDM yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat,” ujar Joko Widodo dalam siaran pers BRIN yang dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (2/12).

Radar Menembus Awan, Data Menuntun Prioritas

Sejak bencana mulai muncul, tim pemrosesan data satelit BRIN langsung bekerja.

Data radar Sentinel-1—yang tetap akurat meski langit gelap oleh hujan—dipakai untuk memetakan titik genangan secara cepat.

Peta banjir Aceh dan Sumut itu kemudian diedarkan ke pemerintah daerah, BNPB, hingga komunitas geospasial.

“Data ini sangat penting untuk memahami sebaran genangan terkini dan mendukung penentuan prioritas penanganan di lapangan,” tegas Joko Widodo.

Informasi berbasis citra satelit ini menjadi fondasi menentukan area mana yang mesti disentuh lebih dulu.

Dengan wilayah terdampak yang luas dan akses darat yang terputus-putus, kehadiran data presisi menjadi pegangan utama setiap langkah Task Force.

Air Bersih Jadi Titik Kritis

Di lapangan, kebutuhan air bersih menjadi problem nyata. Banyak infrastruktur lokal rusak, sementara suplai air kemasan jelas tidak mencukupi.

BRIN menggerakkan Unit Air Siap Minum (Arsinum), yang kini sedang dicek kondisinya setelah lama difungsikan untuk operasi darurat.

Tim BRIN membutuhkan kecepatan distribusi. Karena itu, opsi dukungan udara bersama TNI AU mulai dijajaki.

Jalur darat banyak terputus, membuat helikopter bisa jadi satu-satunya cara menembus lokasi terdalam.

Baca Juga: 10 Kecamatan di Aceh Tamiang Belum Terjangkau Bantuan, Masih Terisolasi Banjir dan Longsor

Drone dan Tenaga Kesehatan Turun Bersamaan

Untuk membaca kondisi riil, BRIN menyiapkan tim survei lapangan lengkap dengan operasi drone.

Teknologi ini menjadi mata tambahan bagi tim, terutama di wilayah yang belum bisa dijangkau kendaraan.

Tak hanya infrastruktur, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius. BRIN mengirim tenaga kesehatan, psikolog, hingga ahli kesehatan lingkungan untuk merespons lonjakan kebutuhan medis dan psikososial.

“Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan psikologis warga. Tim kami siap membantu pemerintah daerah dalam memberikan dukungan medis dan psikososial,” ujar Joko Widodo.

Langkah Terukur, Intervensi Realistis

Joko Widodo menegaskan, setiap langkah Task Force dirancang berbasis data. Titik-titik prioritas dipilih untuk memastikan dampak paling nyata dan cepat.

“Kami tidak mungkin turun di semua titik, tetapi kami bisa fokus pada area strategis dan memberikan solusi teknologi yang paling dibutuhkan,” katanya.

Di tengah darurat yang terus berjalan, pergerakan BRIN memperlihatkan bagaimana sains dan respon cepat bisa berjalan berdampingan.

Targetnya satu: memastikan pemulihan warga di wilayah terdampak tidak kehilangan momentum. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BRIN #Banjir Bandang #Task Force #Joko Widodo