Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Deretan Banjir Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia: Tragedi Sumatra 2025 Masuk Daftar Terparah

M Robit Bilhaq • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:15 WIB

ilustrasi banjir bandang yang terjadi di indonesia
ilustrasi banjir bandang yang terjadi di indonesia

RADARTUBAN – Hujan tanpa jeda yang mengguyur Pulau Sumatra pada penghujung November 2025 kembali memicu banjir besar di sejumlah daerah.

Air sungai yang tidak mampu menahan debit tinggi meluap dan menggenangi kawasan padat penduduk, terutama di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Tak hanya disebabkan cuaca ekstrem, kerusakan hutan di wilayah hulu serta buruknya sistem drainase membuat air langsung menerjang permukiman.

BMKG bahkan mengingatkan bahwa musim hujan tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang dan lebih intens hingga awal 2026.

Fenomena banjir kali ini seolah kembali membuka lembaran lama bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang soal bencana banjir besar.

Berikut rangkaian banjir terbesar yang pernah melanda Tanah Air.

Curah Hujan Ekstrem dan Kerusakan Hutan Perparah Risiko

BMKG mencatat hampir seluruh wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim hujan.

Data jaringan stasiun BMKG yang dirangkum BPS menunjukkan kawasan Indonesia Timur menjadi lokasi dengan curah hujan tertinggi, dipengaruhi oleh bentang alam pegunungan dan karakter hutan hujan tropis.

Kondisi tersebut membuat beberapa daerah memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap banjir dan tanah longsor.

Rekam Jejak Banjir Terparah Sepanjang Sejarah Indonesia

1. Banjir Jambi 1955 – 80 Persen Rumah Tenggelam, Sawah 42 Ribu Hektare Rusak

Menurut catatan LIPI, Jambi berulang kali dilanda banjir besar. Namun, peristiwa pada Januari–Februari 1955 menjadi yang paling menghancurkan. Hujan tanpa henti selama sepuluh hari membuat Sungai Muara Tembesi meluap hingga empat meter.

Dampak banjir 1955:

2. Banjir Bandang Bohorok 2003 – 157 Meninggal, 82 Orang Hilang

Tragedi 2 November 2003 menjadi salah satu bencana terbesar di Sumatera Utara. Luapan Sungai Bohorok membawa gelondongan kayu dari hulu, menyapu kawasan wisata Bukit Lawang dan permukiman sekitarnya.

Korban:

3. Banjir Jakarta 2007 & 2009 – 60 Persen Kota Lumpuh

Awal Februari 2007 menjadi salah satu banjir paling parah sepanjang sejarah Jakarta. Hujan deras membuat 13 sungai besar meluap, merendam hampir seluruh ibu kota.

Dampak banjir Jakarta 2007:

Dua tahun kemudian, banjir kembali melumpuhkan Jakarta, terutama di kawasan Kelapa Gading dan Jakarta Utara.

4. Banjir Wasior 2010 – Bencana Besar Menghantam Papua Barat

Pada 4 Oktober 2010, Wasior mengalami banjir bandang hebat. Sungai Batang Salai meluap setelah diguyur hujan sejak 2 Oktober, membawa lumpur dan kayu besar yang menghancurkan fasilitas umum.

Kerusakan:

Korban:

5. Banjir Tangse Aceh 2011 – Kayu Gelondongan Percepat Kerusakan

Pada 10 Maret 2011, banjir besar melabrak Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Air bah yang membawa kayu gelondongan dari hulu menerjang rumah warga dan fasilitas publik.

Dampak:

6. Banjir Besar Sumatera 2025 – Terparah dalam Satu Dekade

Rangkaian banjir besar yang melanda Sumatra pada November 2025 tercatat sebagai salah satu bencana hidrometeorologi paling mematikan dalam sepuluh tahun terakhir.

Pemicu utama:

Dampak banjir Sumatera 2025:

Ancaman yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Berderetnya bencana banjir besar di Indonesia menegaskan bahwa risiko hidrometeorologi semakin meningkat. Kerusakan lingkungan, tata ruang yang tidak tepat, serta perubahan iklim memperbesar ancaman di masa depan.

Diperlukan langkah pencegahan jangka panjang dan penataan wilayah yang serius agar sejarah kelam ini tidak terus terulang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Pulau Sumatra #BMKG #Cuaca Ekstrem #hujan #musim hujan #banjir besar