Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hari Penyandang Disabilitas: Mengingat bahwa Kita Semua Berpotensi Menjadi Penyandang Disabilitas

M. Afiqul Adib • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:35 WIB
Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember, potensi menjadi penyandang disabilitas.
Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember, potensi menjadi penyandang disabilitas.

RADARTUBAN - Setiap tanggal 3 Desember, dunia memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa disabilitas bukan sesuatu yang jauh dari kita.

Faktanya, setiap orang berpotensi menjadi penyandang disabilitas, entah karena kecelakaan, penyakit, atau proses menua.

Hari ini seharusnya jadi refleksi bersama: apakah kita sudah benar-benar peduli pada aksesibilitas, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman manusia?

Baca Juga: Hari Disabilitas Internasional: Dari Aksesibilitas sampai Kesetaraan yang Masih Jauh

Disabilitas Bukan “Mereka”, tapi “Kita”

Sering kali masyarakat memandang penyandang disabilitas sebagai kelompok “lain”, seolah mereka berbeda dari kita.

Padahal, disabilitas adalah bagian dari kehidupan manusia. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan selalu sehat dan sempurna.

Dengan kesadaran ini, seharusnya kita berhenti memandang disabilitas sebagai kelemahan.

Sebaliknya, kita perlu melihatnya sebagai bagian dari keberagaman manusia yang harus dihargai.

Aksesibilitas Masih Jadi PR

Meski sudah banyak kampanye inklusi, aksesibilitas di ruang publik masih jauh dari ideal.

Trotoar yang tidak ramah kursi roda, transportasi umum yang minim fasilitas, hingga gedung-gedung yang belum inklusif adalah bukti bahwa kesetaraan masih jauh.

Aksesibilitas bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan hak dasar. Tanpa akses yang layak, penyandang disabilitas akan terus terpinggirkan dari kehidupan sosial dan ekonomi.

Kesetaraan yang Belum Nyata

Kesetaraan bagi penyandang disabilitas bukan hanya soal akses fisik, tapi juga kesempatan. Kesempatan untuk bekerja, bersekolah, berkarya, dan berpartisipasi dalam masyarakat.

Sayangnya, diskriminasi masih sering terjadi. Banyak perusahaan ragu mempekerjakan penyandang disabilitas, banyak sekolah belum siap menerima murid dengan kebutuhan khusus, dan stigma sosial masih kuat.

Kesetaraan masih jauh, karena mentalitas kita belum sepenuhnya berubah.

Hari Penyandang Disabilitas Internasional pada Rabu, 3 Desember 2025 adalah momentum untuk mengingat bahwa kita semua berpotensi menjadi penyandang disabilitas. Peringatan ini bukan hanya tentang mereka, tapi tentang kita semua.

Karena pada akhirnya, masyarakat yang adil bukanlah masyarakat yang memberi belas kasihan, melainkan masyarakat yang memberi kesempatan yang sama.

Disabilitas bukan batas, melainkan bagian dari keberagaman manusia yang harus dirayakan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#aksesbilitas #penyandang disabilitas #Hari Penyandang Disabilitas Internasional #disabilitas