RADARTUBAN — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, langsung mengerahkan bantuan tanggap darurat melalui jalur udara ke wilayah terisolir di Aceh Timur dan Bener Meriah akibat banjir bandang dan longsor.
Langkah cepat ini diambil karena akses darat lumpuh, membuat ribuan warga kesulitan pangan dan layanan medis.
Prioritas Distribusi Bantuan
Mualem menegaskan, fokus utama adalah menyalurkan bantuan yang tersedia secepat mungkin.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, obat-obatan, dan air bersih langsung didistribusikan ke wilayah terpencil, sekaligus dilakukan pemetaan visual untuk pengiriman tahap berikutnya.
Upaya serupa juga dilakukan di Sumatra Utara. Gubernur Bobby Nasution mengirimkan heli box berisi makanan ke Tapanuli Tengah, termasuk Kecamatan Tukka dan Lumut, dengan dukungan helikopter TNI AU seperti HT-221 dan C-212.
Baca Juga: Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera Barat
Peran Pemerintah Pusat dan TNI
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan Panglima TNI menjatuhkan logistik dari udara agar cepat sampai ke pengungsi.
Pemerintah pusat menyiapkan 11 helikopter TNI-Polri dan pesawat Hercules untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar.
BNPB melaporkan korban jiwa mencapai puluhan, dengan ribuan warga mengungsi.
Daerah terdampak seperti Aceh Utara, Gayo Lues, dan Nagan Raya mengalami mati listrik dan terputus komunikasi.
Forum Jurnalis Aceh-Jakarta mendesak pemerintah menetapkan status darurat nasional agar bantuan udara lebih masif.
Tantangan dan Solidaritas
Distribusi logistik melalui udara menjadi penyelamat di tengah cuaca buruk yang membuat penerbangan penuh risiko.
TNI AD memanfaatkan helikopter Bell 412 dari Puspenerbad untuk Tapanuli Tengah, menunjukkan solidaritas nasional menghadapi musibah.
Pemulihan akses darat dan komunikasi tetap menjadi agenda utama berikutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni