RADARTUBAN – Gelombang banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bukan hanya memukul kehidupan masyarakat.
Tetapi juga menimbulkan potensi tekanan pada perekonomian wilayah tersebut.
Meski begitu, pemerintah menegaskan tetap menjaga target pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir 2025 di kisaran 5,6 persen year-on-year (yoy).
Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dipastikan Melemah, Tapi Tak Sampai Kontraksi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa tiga provinsi terdampak bencana hampir pasti mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal IV-2025.
Namun, ia memastikan perlambatan tersebut tidak akan menggiring daerah ke jurang kontraksi.
“Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat,” kata Airlangga usai menghadiri Peluncuran Harbolnas 2025 di Mal Gandaria City, Jakarta, Kamis (4/12).
Menurut Airlangga, pemerintah tetap solid menjaga momentum ekonomi nasional agar tetap berada di jalur positif, meski tekanan dari bencana alam tak terhindarkan.
Baca Juga: Penerapan Pajak E-commerce Ditunda hingga Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen
Data Kuartal III Ungkap Tren Perlambatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Badan statistik mencatat bahwa sebelum bencana besar terjadi, ketiga provinsi tersebut memang sudah menunjukkan tanda perlambatan:
- Aceh: tumbuh 4,46% yoy, turun dari kuartal II sebesar 4,82%
- Sumatera Utara: tumbuh 4,55%, turun dari 4,69%
- Sumatera Barat: tumbuh 3,36%, turun dari 3,94%
Dengan terjadinya banjir dan longsor besar-besaran, tekanan ini diprediksi meningkat pada kuartal IV-2025.
Aktivitas ekonomi seperti distribusi barang, produksi, hingga mobilitas tenaga kerja hampir pasti terganggu.
Pemerintah Siapkan Rehabilitasi dan Pemulihan Infrastruktur
Meski situasinya berat, pemerintah memastikan strategi pemulihan sudah dipersiapkan.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan mempercepat pembangunan kembali infrastruktur penting di wilayah terdampak.
“Kita prihatin dengan situasi yang ada, dan tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur ke depannya, rehabilitasi,” ujar Airlangga.
Program pemulihan fisik, dukungan untuk UMKM, hingga pemulihan rantai pasok menjadi fokus yang disiapkan agar pertumbuhan ekonomi wilayah tidak jatuh lebih dalam.
Target Nasional Tetap Dijaga di Tengah Tekanan Bencana
Di tengah tantangan ini, pemerintah tetap percaya diri mempertahankan target pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,6% yoy.
Airlangga menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat, ditopang konsumsi domestik, investasi, dan berbagai program strategis pemerataan ekonomi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni