RADARTUBAN - Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati membenarkan ihwal antrean pasien di poli radiologi yang sampai tujuh hari.
Heni menjelaskan, antrean yang berhari-hari itu disebabkan minimnya dokter spesialis radiologi yang dimiliki rumah sakit umum daerah tersebut.
‘’Dokternya yang baca (radiologi/dokter spesialis radiologi, Red) kurang,’’ ujarnya.
Saat ini, kata Heni, RSUD masih kekurangan satu dokter spesialis radiologi. Jumlah pasien yang begitu banyak, sangat tidak seimbang dengan tenaga dokternya.
Dan, itulah yang kemudian menyebabkan antrean panjang, bahkan berhari-hari.
‘’(Secara kebutuhan, Red) dokter radiologi kurang satu,’’ ungkapnya.
Lebih lanjut, Heni menyampaikan, segala upaya telah dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dokter radiologi.
Hanya saja, hingga saat ini masih belum terpenuhi.
Bahkan, beberapa kali dibuka formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dokter spesialis radiologi pun tidak ada yang mendaftar.
‘’Dokter spesialis ini langka,’’ ujarnya.
Upaya lain, lanjut Heni, pihak RSUD sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah universitas yang memiliki program studi radiologi.
Namun, sejauh ini juga belum dapat.
Sebagaimana diketahui, di antara universitas yang memiliki program studi radiologi, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Diponegoro (Undip).(tok)
Editor : Yudha Satria Aditama