RADARTUBAN – Kabupaten Halmahera Utara berduka atas wafatnya Ir. Hein Namotemo, Bupati definitif pertama daerah tersebut.
Ia meninggal pada Jumat (5/12) sekitar pukul 10.22 WIB di RSUD Tobelo.
Tokoh Perdana Pasca-Pemekaran
Hein Namotemo menjadi Bupati Halmahera Utara pertama setelah pemekaran wilayah dan memimpin selama dua periode, dari 2005 hingga 2015.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang memegang peran besar dalam membentuk fondasi pemerintahan daerah yang baru tumbuh.
Warisan Pembangunan dan Perdamaian
Semasa kepemimpinannya, Hein dikenal sebagai juru damai yang memprioritaskan stabilitas sosial di tengah potensi konflik.
Ia meletakkan dasar pembangunan penting, seperti:
- Kantor Bupati Halmahera Utara
- Bangunan adat Hibualamo
- Monumen Air Nusantara
Pendekatan budaya dan kedekatannya dengan masyarakat membuatnya dihormati hingga kini.
Ucapakan Belasungkawa Mengalir dari Berbagai Kalangan
Kabar duka ini cepat menyebar melalui media sosial dan memicu rasa kehilangan di seluruh lapisan masyarakat.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh yang dianggap membawa kesejahteraan dan stabilitas bagi daerah.
Pemakaman di Depan Kantor Bupati
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di halaman rumahnya di Jl. Kawasan Pemerintah, Desa MKCM.
Lokasi pemakaman berada tepat di depan Kantor Bupati dan bersebelahan dengan makam sang istri, sebagai bentuk penghormatan terakhir dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Dikenang sebagai Pemimpin Kesejahteraan
Warga Halmahera Utara dan Maluku Utara mengenang Hein Namotemo sebagai pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, menjunjung nilai adat, dan meninggalkan warisan perdamaian bagi generasi berikutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni