Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pos Indonesia Selesaikan 85 Persen Penyaluran BLTS, Target Tuntas Sebelum Pertengahan Desember 2025

Siti Rohmah • Sabtu, 6 Desember 2025 | 19:35 WIB
Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).

RADARTUBAN – PT Pos Indonesia (PosIND) terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat 2025.

Hingga awal Desember, progres pencairan bantuan telah menyentuh sekitar 85 persen, dan perusahaan menargetkan seluruh proses bisa rampung sebelum pertengahan Desember.

Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyebut BLTS Kesra tahun ini dialokasikan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Dari total tersebut, 18 juta KPM didistribusikan melalui PosIND, sementara sisanya melalui bank-bank anggota Himbara.

“Dari alokasi yang disalurkan PosIND, sekitar 12 juta data KPM sudah kami terima, dan lebih dari 10 juta telah kami bayarkan, atau setara 85,74 persen. Kami percepat untuk menuntaskan semuanya sebelum pertengahan Desember,” jelas Haris di Jakarta, Jumat.

Tiga Skema Penyaluran: Inklusif hingga Pelosok

Haris menjelaskan, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat, Pos Indonesia menerapkan tiga skema penyaluran:

1. Pencairan di Kantor Pos

KPM dapat datang langsung ke kantor pos terdekat untuk menerima bantuan.

2. Layanan Komunitas

Pembayaran dilakukan di titik-titik komunitas, seperti balai kelurahan atau aula desa, untuk memudahkan warga dalam jumlah besar.

3. Pengantaran ke Rumah

Dikhususkan bagi lansia, penyandang disabilitas, atau KPM yang sulit bepergian, skema ini menjadi salah satu inovasi yang disebut Haris sebagai bentuk layanan inklusif.

“Pendekatan ini memastikan penyaluran BLTS benar-benar menjangkau semua kelompok, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas,” tegasnya.

Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan, terutama di wilayah yang sedang mengalami bencana atau hambatan administratif.

PosIND sendiri mengerahkan lebih dari 4.800 kantor pos serta ribuan titik layanan komunitas untuk mempercepat penyaluran hingga wilayah terpencil.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan BLTS Rp 31,54 Triliun untuk 35 Juta Keluarga, Gus Ipul Pastikan Tepat Sasaran Melalui DTSEN

Airlangga Hartarto: BLTS Dorong Daya Beli Akhir Tahun

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut meninjau pelaksanaan penyaluran BLTS di Kantor Pos KCU Premier, Jakarta Timur.

Ia menegaskan bahwa bantuan tunai ini menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

“Stimulus ini penting untuk menjaga daya beli yang mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal empat,” kata Airlangga.

Ia menilai bantuan Rp 900.000 mungkin belum menutupi seluruh kebutuhan rumah tangga, namun tetap sangat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akhir tahun.

Airlangga juga menekankan bahwa BLTS Kesra saling melengkapi dengan program perlindungan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai program peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Kita ingin perlindungan sosial dan peningkatan ekonomi berjalan berdampingan,” ujarnya.

Realisasi Nasional Tembus 75 Persen

Secara nasional, pemerintah menargetkan 30 juta KPM menerima BLTS.

Hingga 3 Desember, realisasi penyaluran telah mencapai 26,2 juta KPM, atau sekitar 75 persen dari target keseluruhan.

Warga: Sangat Membantu, Harap Ada Lanjutan

Di lapangan, KPM menyampaikan bahwa BLTS benar-benar membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Warga berharap bantuan serupa dapat diadakan secara rutin, terutama saat tekanan ekonomi meningkat di akhir tahun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kpm #Bantuan Langsung Tunai Sementara #BLTS #pos indonesia #kesejahteraan rakyat #PosIND