RADARTUBAN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan karunia alam Indonesia yang bisa diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) seperti solar dan bensin, sehingga mengurangi ketergantungan impor yang rentan terhadap harga global.
Pernyataan ini disampaikan saat pidato di Pesta Puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/12).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia sudah memiliki teknologi pengolahan sawit untuk swasembada energi, menghindari beban pembayaran impor hingga miliaran dolar AS setiap tahun.
Tantangan Distribusi BBM Saat Bencana
Prabowo menonjolkan urgensi pemanfaatan sawit dengan bencana banjir dan longsor di Sumatera, di mana distribusi BBM terhambat karena jalan dan jembatan rusak.
Sehingga harus diangkut melalui pesawat atau kapal.
Langkah ini dianggap sebagai ujian ketangguhan bangsa dalam mencapai kemandirian energi.
Dorongan Percepatan B50 dan B60
Pemerintah terus mendorong pengembangan B50 dan B60 dari olahan sawit, meski mendapat masukan ekonom soal biaya, karena Indonesia yakin teknologi domestik siap dikembangkan lebih cepat.
Prabowo khawatir agar persiapan pabrik pengolahan matang, agar tidak terjebak krisis pasokan energi akibat ketidaksiapan.
Upaya ini sejalan dengan janji swasembada BBM selama lima tahun pemerintahan, memanfaatkan produksi sawit terbesar di dunia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama