RADARTUBAN- Harga bahan pokok di sejumlah wilayah Aceh mengalami lonjakan tajam akibat keterisolasian yang terjadi pasca-banjir dan longsor.
Gangguan akses jalan membuat distribusi logistik terputus, sehingga pasokan bahan kebutuhan masyarakat tersendat dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan seluruh helikopter yang tersedia untuk mempercepat distribusi bantuan tanggap darurat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski akses darat belum sepenuhnya pulih.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Alur Mentawak, Kecamatan Kenjuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Wilayah ini menjadi salah satu lokasi yang paling sulit dijangkau karena tertutup material longsor, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik praktis terhenti.
Dikutip dari laporan Kompas, seorang warga bernama Syahfitri (22) mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tembus Rp 40.000 per liter, harga telur mencapai Rp 100.000 per papan, hingga cabai yang menanjak menjadi Rp 250.000 per kilogram.
Baca Juga: Gubernur Mualem Terbangkan Logistik Darurat ke Daerah Terisolir, Prioritas Bantuan Cepat Sampai
Ia menyebut kenaikan ekstrem ini terjadi karena pasokan baru belum bisa masuk akibat jalan yang tertutup longsor.
Cak Imin menegaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh minimnya pasokan stok di wilayah terdampak.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana secara maksimal dan mendorong kolaborasi lintas lembaga untuk mempercepat pemulihan situasi.
“Saat ini, yang terpenting adalah memastikan pasokan segera masuk. Begitu distribusi lancar kembali, harga akan kembali normal,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan pergerakan pasokan pangan dari daerah lain, termasuk ribuan ton beras dan minyak goreng yang telah dikirim sebelumnya.
Direktur Utama Pertamina turut memantau langsung kelancaran distribusi BBM dan elpiji di Aceh, dengan memastikan sejumlah SPBU beroperasi 24 jam agar kebutuhan warga terpenuhi.
Berbagai upaya percepatan distribusi ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi harga bahan pokok di wilayah terdampak dan memulihkan aktivitas masyarakat secara bertahap. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni