Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Persiapan PON 2028 Jadi Fokus Utama Regenerasi Atlet Panjat Tebing Jatim

Bihan Mokodompit • Rabu, 10 Desember 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi Panjat tebing
Ilustrasi Panjat tebing

RADARTUBAN - Langkah Persiapan PON 2028 kini menjadi perhatian serius setelah keberhasilan FPTI Jawa Timur tampil sebagai juara umum pada Kejurnas Panjat Tebing di Semarang.

Prestasi tersebut tidak hanya menunjukkan capaian kompetitif, tetapi juga menguatkan posisi atlet muda Jatim sebagai tumpuan masa depan cabang olahraga ini.

Momentum ini membuat Persiapan PON 2028 semakin relevan, khususnya melihat kemampuan generasi baru yang mulai menyaingi para seniornya.

Baca Juga: Desak Made Raih Medali Emas dan Kiromal Katibin Raih Perak Pada Cabang Olahraga Panjat Tebing di World Games

Regenerasi yang Mulai Terlihat dari Kejurnas

Keberhasilan FPTI Jawa Timur merebut lima emas dan tiga perak di Kejurnas Panjat Tebing menjadi bukti bahwa pembinaan daerah berjalan efektif.

Tujuh atlet muda Jatim menjadi sorotan karena langsung menyumbang medali dalam nomor team boulder maupun lead.

Mereka adalah Roger Hidayatullah, Anfisa Splendida Davrila, Ryan Daniswara, Mayra Azalia Nabila, Berliana Putri Wijaya, Rosanna Ariella Mamarimbing, dan Iinas Nuur Ghoni.

Ketua Umum FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara, menegaskan bahwa munculnya nama-nama muda ini merupakan sinyal positif bagi masa depan.

“Ada beberapa nama yang cukup mencolok selama kejurnas dan langsung menyumbang emas,” ujarnya.

Kemunculan para atlet muda ini menjadi pondasi awal yang penting untuk Persiapan PON 2028 yang masih berlangsung panjang.

Format Beregu Minimalkan Kesenjangan Junior dan Senior

Keberhasilan tim dalam nomor beregu menunjukkan bahwa kombinasi antara senior dan atlet muda Jatim berjalan harmonis.

Model ini sekaligus mengurangi kesenjangan skill yang kerap menjadi kendala dalam regenerasi. Dhanu menilai kerja keras para atlet muda sangat membantu tim senior.

“Kerja keras mereka cukup bagus di kategori team. Ini tidak menyulitkan seniornya saat turun beregu,” jelasnya.

Pola demikian membuat Kejurnas Panjat Tebing berfungsi sebagai arena produktif untuk menilai kesiapan generasi baru.

Jika diteruskan dengan konsisten, hasil ini dapat menjadi kerangka efektif bagi daerah lain dalam membangun pembinaan berkelanjutan.

Baca Juga: Berliana Putri Wijaya Bawa Pulang Emas untuk Jawa Timur di Kejurnas Panjat Tebing 2025

Langkah Jangka Panjang Menuju PON XXII/2028

Melihat performa tujuh atlet pendatang baru, Dhanu langsung mengusulkan mereka masuk ke skuad Puslatda 2026.

“Mereka perlu mendapat kesempatan dan jam terbang,” tegasnya. Langkah ini menandai awal transisi regenerasi yang dirancang untuk jangka panjang.

Dengan waktu yang masih cukup panjang menuju PON XXII, FPTI Jawa Timur menargetkan peningkatan skill, mental bertanding, serta penguatan struktur latihan.

Kombinasi pembinaan formal, kompetisi rutin, dan pengalaman dari Kejurnas Panjat Tebing diharapkan dapat mengoptimalkan kualitas atlet muda Jatim sehingga siap bersaing saat Persiapan PON 2028 memasuki tahap akhir. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PON 2028 #kejurnas #panjat tebing #FPTI Jawa Timur #atlet muda