RADARTUBAN- Jelang akhir tahun 2025, Indonesia bertubi-tubi menghadapi bencana alam, saat ini wilayah Sumatra dan Aceh masih di kepung banjir dan longsor. Para warga terdampak masih membutuhkan banyak bantuan.
Belum selesai masalah bencana banjir, Indonesia kembali dihadapkan dengan kebakaran hebat yang melanda rumah adat di Kampung Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun si jago merah melalap setidaknya 28 rumah adat, membuat sebanyak 41 kepala keluarga serta 139 jiwa terdampak dan terpaksa harus diungsikan ke rumah para kerabat.
“Setelah rumah mereka hangus, mereka tinggal sementara di rumah keluarga terdekat,” kata Kapolres Sumba Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yohanis Nisa.
Yohanis Nisa, Kapolres Sumba Barat mengatakan sejak mengetahui kejadian tersebut dirinya bersama Bupati, Wakil Bupati Sumba Barat dan pejabat lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek kondisi warga.
Sementara waktu Pemerintah Daerah juga menyiapkan rumah sementara dan menyediakan air bersih untuk para warga terdampak, melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat.
Sebelum meninggalkan rumah, Bupati Sumba Barat juga meminta warga untuk mematiskan kondisi rumah aman agar tidak menimbulkan potensi kebakaran kembali.
Ia juga meminta seluruh pihak dapat membantu pemulihan pascabencana agar warga dapat segera bangkit.
Saat ini para warga terdampak telah mendapatkan saluran bantuan sembako dan perabotan rumah tangga dari Dinas Sosial.
Sementara ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran hebat tersebut.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni