RADARTUBAN- Duka menyelimuti Kemayoran, Selasa (9/12) gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami kebakaran hebat hingga menelan puluhan korban jiwa.
Sebanyak 22 orang tewas dalam kejadian tersebut, diantaranya adalah 15 perempuan dan 7 laki-laki seluruhnya adalah karyawan dari Terra Drone. Korban paling banyak ditemukan di lantai 3 dan 4.
"Udah 22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita, 7 orang laki-laki. Betul seluruhnya adalah karyawan Terra Drone," tutur Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta, Bayu Megantara.
Saat ini polisi telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut, namun menurut keterangan saksi diketahui penyebab sementara adalah bersumber dari baterai drone.
"Pada saat ini pula, tim Labfor (Laboratorium Forensik) Polri sudah hadir dan sudah melaksanakan olah TKP untuk menemukan sebab-sebab terjadinya kebakaran," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.
"Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim Labfor masih bekerja. Mohon waktunya agar tim Labfor bisa segera menangani dan mengetahui titik sumber api pertama dari kebakaran ini," ujarnya.
Menurut Bayu, Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta para karyawan Terra Drone sudah berupaya memadamkan api menggunakan sebanyak 5 unit APAR.
Namun upaya tersebut tidak berhasil, api semakin merambat dan asap semakin tebal.
Proses penyelidikan juga terus mendapatkan perkembangan, informasi terbaru sebanyak delapan orang diperiksa atas insiden tersebut.
Delapan orang tersebut diungkap oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra adalah pihak manajemen Terra Drone dan warga sekitar yang melihat langsung lokasi kejadian.
Saat ini polisi tengah menelusuri keberadaan pemimpin Terra Drone untuk diperiksa, sementara polisi hanya mengantongi identitas pemimpin.
Selain itu pihak kepolisian juga menelusuri status pemilik perusahaan tersebut, hingga saat ini belum diketahui pemilil merupakan WNI atau WNA.
Polisi yang mengetahui bahwa perusahaan tersebut dinaungi oleh operasional Jepang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Sampaikan Ungkapan Duka
Mengetahui terjadinya kejadian mengenaskan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka mendalam atas kebakaran hebat yang terjadi di gedung Terra Drone.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Melihat kondisi gedung, Pramono menyebut bahwa Terra Drone tidak memiliki kesiapan yang memadai terkait keselamatan, terutama pada jalur evakuasi.
Ia berharap kejadian tersebut dapat dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan standar keamanan bangunan dan jalur evakuasi yang lebih ketat.
"Saya sungguh sangat berduka, innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Mudah-mudahan ini tidak terulang kembali," ujar Pramono.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Pramono menyebut seluruh korban dalam insiden kebakaran tersebut akan ditanggung seluruh biaya pemulihan hingga pemakamannya oleh Pemprov DKI.
"Pokoknya semua yang meninggal menjadi tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta untuk penguburan dan sebagainya. Yang luka juga akan ditanggung pemerintah DKI Jakarta," tutur Pramono.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni