RADARTUBAN – Penantian panjang proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban akhirnya memasuki babak krusial.
Final Investment Decision (FID) disebut tinggal menghitung hari.
Senior Officer Corporate Social Responsibility (CSR) PRPP, Yuli Witantra menegaskan bahwa proses finalisasi FID kini berada di tahap akhir.
Targetnya, dokumen tersebut dapat diserahkan kepada para pemegang saham bulan ini.
Setelah itu, para pemegang saham dalam hal ini PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina (Persero), dan Rosneft dapat melakukan tinjauan atas FID tersebut terkait proses Proyek GRR Tuban selanjutnya.
Jika proposal FID disetujui, proyek langsung masuk ke fase Engineering, Procurement and Construction (EPC) atau tahap pembangunan fisik kilang.
Secara paralel PRPP juga tengah menyiapkan proses tender untuk menentukan calon kontraktor EPC.
Jika FID disetujui, dalam waktu yang tidak terlalu lama calon kontraktor sudah dapat memulai proses pekerjaan.
Dengan keputusan FID yang semakin dekat, arah pembangunan Kilang Tuban diperkirakan segera terang.
Pemerintah berharap momentum ini mempercepat realisasi proyek yang digadang mampu memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan keputusan penting tersebut akan diambil pada pertengahan bulan ini.
Momentum yang diyakini akan menentukan arah dan masa depan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terbesar di Indonesia itu.
Kilang Tuban yang digarap Pertamina bersama perusahaan migas Rusia, Rosneft, sejak awal digadang-gadang menjadi salah satu proyek kilang terbesar di Tanah Air.
Meski sempat diterpa isu pergantian mitra imbas dinamika geopolitik Rusia–Ukraina dan tekanan sanksi internasional, pemerintah menegaskan bahwa komunikasi dengan Rosneft tetap berjalan normal.
“Rosneft sedang melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” tutur Bahlil, dikutip dari Kumparan Bisnis, Senin (8/12).
Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) juga memastikan bahwa joint venture dengan Rosneft masih berjalan di bawah PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), dengan komposisi kepemilikan tetap: Pertamina 55 persen dan Rosneft 45 persen. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama