RADARTUBAN- Setelah Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas gempa di sekitar Gunung Talang di Solok, Sumatra Barat, status resminya naik dari Normal ke Waspada.
Aktivitas gempa terpantau di Gunung Talang, kata Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria.
Pada Rabu (10/12), Lana memberikan keterangan resmi yang menunjukkan bahwa kondisi vulkanik gunung tersebut tidak stabil, menurut hasil pemantauan visual dan alat.
Dia menjelaskan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada data gempa vulkanik dalam yang terus bertambah.
Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan bahwa magma mulai bergerak menuju permukaan.
Dua puncak Gunung Talang Talang Jantan di sisi timur dan Talang Betina di sisi barat merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat, menurut Padang Ekspres. Mereka berdiri dekat satu kilometer satu sama lain.
Kompleks Gunung Talang terletak di Segmen Sumani dan Segmen Suliti Sesar Besar Sumatera. Karena posisinya itu, gunung ini sangat peka terhadap guncangan tektonik.
Catatan sejarah menunjukkan, Gunung Talang pernah meletus pada tahun 2005, setelah dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai.
Kondisi Gunung Talang belum berubah secara signifikan dari Pos Pengamatan Gunung Talang yang terletak di Desa Lembang Jaya.
Namun, asap putih terlihat dari puncak setinggi sepuluh hingga tujuh puluh lima meter.
Sementara itu, data pemantauan menunjukkan peningkatan gempa vulkanik dari September 2024 hingga 2025.
Antara 1 dan 9 Desember 2025, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik dengan 101 gempa vulkanik dalam.
Pada 10 Desember 2025, terjadi gempa tektonik lokal berkekuatan 4,7 skala Richter. Setelah guncangan itu terjadi, tercatat 227 kali gempa vulkanik dalam.
PVMBG menyarankan warga dan pengunjung untuk menghindari kawasan kawah Gunung Talang dalam radius dua kilometer, termasuk Kawah Utama dan Kawah Selatan.
Mereka juga diminta untuk waspada terhadap kemungkinan longsor di sekitar Kawah Selatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni