RADARTUBAN - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang sempat mengalami tragedi ambruk beberapa waktu lalu, kini resmi dibangun ulang.
Proyek rekonstruksi besar-besaran ditandai dengan groundbreaking pembangunan yang digelar pada Kamis (11/12) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar.
Tragedi runtuhnya Ponpes tersebut sempat menjadi sorotan publik dan pemerintah pada akhir September 2025 karena menewaskan puluhan santri dan melukai yang lain.
Saat ini, rekonstruksi dimulai kembali dengan fokus pada pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan aman bagi para santri di masa yang akan datang.
Proyek Pembangunan dan Skala Anggaran
Dana yang digunakan untuk rekonstruksi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total sekitar 125,3 miliar rupiah.
Pembangunan ditarget selesai dalam waktu 210 hari kerja, atau sekitar Juli 2026 dengan lokasi yang baru, Jalan Raya Siwalan Panji II, Kecamatan Buduran.
Kompleks baru akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 4.100 meter persegi, mencakup bangunan asrama dan fasilitas pendidikan yang lebih modern juga berstandar tinggi.
Struktur pesantren nantinya dirancang terdiri dari asrama, ruang pendidikan 5 lantai, dan masjid 4 lantai.
Menurut keterangan dari Menko PM, rekonstruksi Ponpes Al-Khoziny tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat standar keamanan infrastruktur pesantren.
Dia menegaskan bahwa pesantren harus memiliki fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak untuk para santri, serta menjadi model nasional bagi revitalisasi lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Dukungan dari Pemerintah dan Komitmen Bersama
Peresmian pembangunan ulang tidak hanya dihadiri oleh Menko PM saja, tetapi berbagai pihak juga turut serta, termasuk perwakilan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang menyerahkan dua sertifikat tanah wakaf kepada pengasuh Ponpes Al-Khoziny, KH Abdus Salam Mujib.
Langkah ini menunjukkan adanya komitmen bersama antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat untuk memastikan proses pembangunan ulang berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Pihak dari yayasan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap upaya pembangunan ulang tersebut.
Sekaligus berharap agar pesantren yang baru dapat menjadi tempat pembelajaran yang lebih baik dan aman bagi generasi santri.
Rekonstruksi Ponpes Al-Khoziny menjadi bukti nyata komitmen maupun dukungan pemerintah dalam memperbaiki fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Dengan dukungan anggaran negara dan pengawasan ketat, fasilitas baru yang lebih aman diharapkan dapat menjadi lingkungan pendidikan yang nyaman, serta dapat memberikan rasa aman bagi para santri dan pengajar, sekaligus menjadi model infrastruktur pesantren modern berstandar nasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama