Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Anggaran, Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026

M Robit Bilhaq • Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:05 WIB
Menteri keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
Menteri keuangan Purbaya Yudi Sadewa.

RADARTUBAN - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan instruksi khusus untuk seluruh jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pesan tersebut disampaikan setelah Purbaya menerima penghargaan Game Changer of the Year Kamis (11/12).

Menkeu Purbaya juga menekankan bahwa ke depan nantinya, kementerian keuangan harus meningkatkan upaya kerja dengan menerapkan tata kelola anggaran yang semakin ketat.

Menurut Purbaya, seluruh pegawai Kemenkeu sangat penting bagi untuk menjunjung tinggi disiplin dalam mengelola belanja negara.

Bendahara negara tersebut menyatakan bahwa mereka harus bekerja lebih keras, untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dibelanjakan secara tepat waktu, sesuai sasaran, dan tanpa adanya kebocoran.

Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut harus menjadi prioritas yang paling utama untuk seluruh pegawai Kemenkeu agar perekonomian nasional dapat mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya juga telah yakin bahwa pada paruh kedua tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melepaskan diri dari stagnasi di angka 5 persen.

Purbaya memproyeksikan bahwa pada semester kedua tahun 2026, masyarakat Indonesia akan dapat menyaksikan pertumbuhan ekonomi mencapai level 6persen atau lebih.

Setelah selama satu dekade terakhir pergerakan pertumbuhan ekonomi hanya berkisar di angka 5%.

Meskipun Purbaya mengakui bahwa pada kuartal III-2025 masih akan terjadi sedikit perlambatan ekonomi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen.

Purbaya meyakini bahwa mulai kuartal IV-2025, ekonomi akan mulai menunjukkan pertumbuhan di level 5,5%.

Keyakinannya tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pemerintah telah mulai secara agresif mencairkan dana yang selama ini menganggur untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Langkah yang diambil untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi antara lain penempatan dana menganggur yang ada di Bank Indonesia (BI) ke lima bank milik negara, serta implementasi berbagai paket kebijakan stimulus ekonomi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Purbaya Yudhi Sadewa #Kemenkeu #Kementerian Keuangan