Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

TradeAI Beri Tambahan Penerimaan Negara Rp1,2 Miliar, Purbaya Sebut Akurasi Akan Terus Meningkat

Siti Rohmah • Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi inovasi teknologi Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi inovasi teknologi Bea Cukai

RADARTUBAN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa uji coba awal sistem kecerdasan buatan TradeAI telah menghasilkan tambahan penerimaan negara senilai Rp 1,2 miliar.

Nilai tersebut diperoleh dari evaluasi terhadap 145 Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

“Dari pengecekan di lapangan, ada tambahan sekitar Rp 1,2 miliar. Menurut saya itu masih kecil, tapi tidak apa-apa. Untuk tahap awal saja sudah bisa menghasilkan pendapatan seperti itu. Proyek ini tentu akan membantu saya ke depan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Anggaran Bencana Sumatera Menunggu Pengajuan BNPB

Kembangkan dengan SDM Internal, Butuh Investasi Tahap Lanjutan

Purbaya menjelaskan bahwa pengembangan TradeAI sejauh ini dilakukan tanpa investasi perangkat baru, karena seluruh proses memanfaatkan sumber daya manusia, perangkat keras, dan perangkat lunak internal yang telah tersedia.

Namun untuk pengembangan lanjutan, Purbaya memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp 45 miliar.

“Selama ini kami memakai sumber daya yang ada. Ke depan, untuk pengembangan lebih mendalam, kami memerlukan investasi sekitar Rp45 miliar,” katanya.

Baca Juga: Subsidi Tetap Jalan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jelaskan Alasan Harga Pertalite Tak Naik

Akurasi Tidak Sempurna, Namun Terus Belajar

Ia mengakui TradeAI tidak akan mencapai akurasi sempurna. Namun sistem ini, menurutnya, akan terus belajar melalui data historis yang dimasukkan ke dalam model.

Kementerian Keuangan juga akan terus memantau performa TradeAI untuk mengantisipasi potensi kesalahan output.

“Setidaknya, AI memberikan perkiraan awal selisihnya berapa. Jika realisasinya bergeser jauh, saya bisa langsung mengecek apakah verifikatornya bekerja dengan benar atau ada kekeliruan pada AI. Ke sanalah arah pengembangannya,” kata Purbaya.

Menteri Keuangan itu optimistis tingkat akurasi TradeAI dapat mendekati 100 persen pada tahun depan.

Dikembangkan Bea Cukai untuk Tingkatkan Analisis Impor

TradeAI merupakan inovasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dirancang untuk meningkatkan ketepatan analisis impor, termasuk mendeteksi dini indikasi under-invoicing, over-invoicing, hingga potensi trade-based money laundering yang dapat menurunkan penerimaan negara.

Ke depan, teknologi ini akan dilengkapi fitur analisis nilai pabean, klasifikasi barang, serta verifikasi dokumen, dan nantinya terintegrasi penuh dengan sistem CEISA 4.0.(*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#menteri keuangan #bea cukai #Purbaya Yudhi Sadewa #kecerdasan buatan #investasi #TradeAI