RADARTUBAN - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan memberikan jaminan bahwa pemerintah saat ini telah melakukan penyusunan rencana komprehensif untuk mengalokasikan unit perumahan bagi para warga yang saat ini terkena dampak parah akibat bencana alam di beberapa area di Sumatera Utara dan Aceh.
Pernyataan tersebut presiden sampaikan Presiden setelah beliau melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi pengungsian dan daerah-daerah yang terdampak bencana di Langkat, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasannya kepada publik bahwa pemerintah telah mengagendakan alokasi khusus untuk kebutuhan tempat tinggal, termasuk perumahan bagi para korban bencan.
Daalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti kondisi umum para pengungsi, menurut pengamatan yang dilakukan presiden, kondisinya berada dalam keadaan yang cukup baik.
Prabowo menilai bahwa fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada mereka dinilai sudah memadai.
Serta ketersediaan pasokan pangan dipastikan juga mencukupi kebutuhan harian.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa jajaran pemerintah seluruhnya akan terus berupaya keras untuk membuka akses komunikasi dan jalur logistik ke wilayah-wilayah yang saat ini masih terisolasi.
Seperti Takengon dan Bener Meriah, untuk kelancaran pemberian bantuan kemanusiaan.
Meskipun begitu, Presiden juga mengingatkan bahwasanya pemulihan penuh akan memerlukan waktu dan proses.
Prabowo berharap agar situasi dapat kembali membaik dalam kurun waktu sekitar satu minggu.
Namun Prabowo juga menjelaskan kepada seluruh masyarakat untuk bersabar dan tidak mengharapkan semua masalah dapat terselesaikan secara instan, Prabowo menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kekuatan ajaib untuk menyelesaikan bencana secara instan.
Namun dipastikan bahwa semua pihak terkait akan bekerja dengan sangat keras dan mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat proses penanganan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga memberikan keterangannya terkait dengan tahapan yang akan dilakukan oleh pemerintah selanjutnya.
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa fase rehabilitasi dan rekonstruksi akan mulai disiapkan dalam beberapa bulan ke depan.
Tahapan tersebut mencakup pendataan mendetail terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan dalam kategori berat, sedang, maupun ringan.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan inventarisasi terhadap tanah-tanah negara atau lahan-lahan yang pengelolaannya saat ini diserahkan kepada pihak-pihak tertentu di 52 kabupaten dan kota yang terdampak.
Lahan-lahan tersebut kemudian akan ditetapkan dan dialokasikan sebagai titik-titik relokasi bagi saudara-saudara sebangsa yang terdampak oleh bencana alam ini.
Prasetyo Hadi, juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk bergerak secepat mungkin untuk menyelesaikan penanganan darurat hingga proses relokasi warga ke tempat tinggal baru.
Selanjutnya Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan yang luar biasa dalam penanganan bencana banjir ini.
Pihak-pihak yang diapresiasinya yaitu mencakup Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), pemerintah daerah setempat, para relawan, serta seluruh lapisan masyarakat luas yang telah bersedia bergotong royong membantu korban yang terkena bencana. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama