Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Puluhan Tahun Menunggu, 109 Calon Jemaah Haji Memilih untuk Batal ke Tanah Suci

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 15 Desember 2025 | 00:00 WIB
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji

RADARTUBAN - Antrean panjang tak selalu berujung ke Tanah Suci.

Kadang realitas hidup justru membuat langkah harus putar balik.

Ketika mayoritas calon jemaah haji (CJH) Tuban bersiap melunasi biaya perjalanan, justru sebagian kecil di antara mereka melakukan langkah sebaliknya: memutuskan batal berangkat!

Data Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Tuban mencatat, 109 CJH memilih mundur.

Rinciannya, 107 orang menunda keberangkatan.

Sementara dua jemaah lain membatalkan diri sepenuhnya.

Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Imam Bukhori menjelaskan, keputusan para jemaah untuk tunda berangkat itu bukan mendadak.

Mereka sudah mengajukan tunda sejak pertengahan tahun lalu.

Jumlahnya terus meningkat setiap bulan hingga November.

“Hasil verifikasi terakhir total akhir 97 orang. Selanjutnya yang sudah mengundurkan diri itu dilaporkan ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Selanjutnya jemaah yang tunda, datanya dihilangkan dari daftar berangkat tahun depan,” ujarnya.

Setelah kuota haji nasional ditetapkan dan Tuban mendapat jatah 1.575 orang seiring Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2025, daftar itu kembali bergeser.

Itu setelah 10 orang lagi menyatakan tunda dan 2 batal total.

Kenapa banyak yang mundur, padahal sudah antre puluhan tahun? Imam menyebut masalahnya beragam.

Mulai ekonomi, keluarga, kesehatan, hingga jemaah yang sudah wafat.

“Seperti masalah ekonomi itu karena kehidupan berputar, mungkin dulu waktu daftar secara ekonomi baik, tapi sekarang sedang turun, membuat CJH memilih mengumpulkan uang terlebih dahulu,” terang pejabat definitif kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Tuban itu.

Dengan menunda, lanjut Imam, mereka berharap kondisinya membaik. Bisa menabung lagi. Bisa mengejar pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih).

Khusus dua orang yang menyatakan batal sepenuhnya, Imam menyampaikan alasan keuangan. Mereka terdesak kebutuhan hidup.

Karena itu, tak ada pilihan selain menarik uang setoran awal Rp 25 juta dari bank penerima setoran.

“Seperti kemarin itu uang setoran awal diambil untuk biaya kuliah anak,” bebernya.(fud/ds)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Kemenag #cjh #presiden #umrah #calon jemaah haji