Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Teknologi Bedah Robotik Kini Diterapkan di Indonesia dengan Presisi Tinggi, Luka Minimal, dan Pemulihan Lebih Cepat

M Robit Bilhaq • Kamis, 18 Desember 2025 | 03:54 WIB
ilustrasi bedah medis menggunakan teknologi robotik
ilustrasi bedah medis menggunakan teknologi robotik

RADARTUBAN – Dunia kedokteran terus mengalami transformasi besar seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Salah satu terobosan medis yang kini mulai diterapkan di Indonesia adalah operasi dengan teknologi robotik, sebuah metode bedah modern yang menawarkan tingkat presisi tinggi, minim risiko, serta pemulihan pasien yang lebih cepat dibandingkan teknik konvensional.

Teknologi bedah robotik menjadi solusi inovatif yang membantu dokter melakukan tindakan operasi secara lebih akurat, terutama pada area tubuh yang sulit dijangkau.

Metode ini juga dinilai mampu mengurangi trauma jaringan, memperkecil luka sayatan, dan menekan rasa nyeri pascaoperasi.

Baca Juga: Bedah Bariatrik: Solusi Efektif Atasi Obesitas Parah dan Diabetes dengan Teknik Potong Lambung

Keunggulan Bedah Robotik Menurut Pakar

Pakar Bedah Digestif, Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD, menjelaskan bahwa tren penggunaan sistem robotik di Indonesia terus meningkat karena keunggulan signifikan yang ditawarkannya.

“Teknologi robotik memungkinkan tindakan operasi dilakukan dengan presisi yang sangat tinggi, luka lebih kecil, nyeri lebih minimal, serta proses pemulihan yang jauh lebih cepat bagi pasien,” ujar Dr. Wifanto.

Ia menambahkan, kehadiran sistem robotik juga membantu dokter mempertahankan kestabilan gerakan tangan, mengurangi kelelahan saat operasi panjang, serta meningkatkan visualisasi area bedah melalui tampilan tiga dimensi (3D) beresolusi tinggi.

Baca Juga: Bukan Hanya Sakit Kepala, Dokter Spesialis Bedah Saraf Ungkap Hal Ini Jadi Salah Satu Gejalanya

Peluncuran Siloam Robotic Center

Dalam peluncuran Siloam Robotic Center di Jakarta Selatan pada Selasa (16/12), Dr. Wifanto menegaskan bahwa penggunaan robot di ruang operasi bukan lagi hal baru dalam dunia medis global.

Namun, di Indonesia, penerapannya kini semakin berkembang seiring meningkatnya kepercayaan tenaga medis dan pasien terhadap metode bedah minimal invasif.

Popularitas bedah robotik meningkat karena tingkat keamanannya yang lebih tinggi serta hasil klinis yang lebih baik pada banyak kasus, khususnya untuk penyakit kompleks.

Sudah Digunakan di Berbagai Bidang Medis

Di Indonesia, teknologi bedah robotik telah diterapkan di berbagai bidang spesialisasi, antara lain:

Bahkan, saat ini mulai dikembangkan konsep telerobotik, yaitu operasi jarak jauh yang memungkinkan dokter spesialis melakukan tindakan dari lokasi berbeda.

Konsep ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, terutama ke daerah-daerah yang minim tenaga medis spesialis.

Meski masih terdapat perdebatan mengenai kelebihan dan kekurangan dibandingkan metode bedah tradisional, para ahli menilai bahwa manfaat bedah robotik jauh lebih dominan, sementara potensi risikonya terus diminimalkan berkat pengembangan teknologi pendukung yang semakin canggih.

Tiga Perangkat Robotik Unggulan di Dunia Bedah Modern

Berikut tiga sistem robotik yang saat ini menjadi pilar utama dalam layanan bedah modern di Indonesia:

1. Da Vinci Xi Surgical System

Da Vinci Xi merupakan salah satu teknologi bedah robotik paling canggih saat ini.

Dalam pengoperasiannya, dokter bedah tetap memegang kendali penuh, sementara robot bertindak sebagai alat bantu yang meningkatkan ketepatan dan stabilitas gerakan.

Sistem ini sangat efektif digunakan pada kasus medis yang kompleks atau area tubuh yang sulit dijangkau, seperti:

Visualisasi 3D dan fleksibilitas lengan robot memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan sangat presisi.

2. Biobot MonaLisa Transperineal MRI-Fusion Prostate System

Teknologi ini merupakan sistem robotik khusus untuk biopsi prostat dengan tingkat akurasi tinggi.

Sistem ini menggabungkan hasil pencitraan MRI dan USG secara real-time untuk mengarahkan jarum biopsi tepat ke area yang dicurigai bermasalah.

Melalui pendekatan transperineal (melalui kulit perineum), metode ini dinilai lebih aman dibandingkan teknik konvensional karena:

Teknologi ini menjadi terobosan penting dalam deteksi dini kanker prostat.

3. ROSA Knee Robotic System

ROSA (Robotic Surgical Assistant) merupakan asisten robotik untuk dokter ortopedi, khususnya dalam prosedur Total Knee Replacement atau penggantian sendi lutut.

Keunggulan utama ROSA adalah kemampuannya menyesuaikan tindakan bedah dengan anatomi unik setiap pasien.

Sistem ini melakukan pemetaan struktur lutut secara tiga dimensi (3D) dan memberikan panduan presisi di setiap tahap operasi.

Tingkat akurasi alat ini sangat tinggi, dengan selisih antara perencanaan digital dan hasil operasi dilaporkan rata-rata kurang dari 1 milimeter dan 1 derajat.

Tetap di Bawah Kendali Dokter

Penting untuk dipahami bahwa teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter, melainkan berfungsi sebagai alat bantu canggih.

Seluruh tindakan tetap berada di bawah kendali penuh tenaga medis profesional, dengan robot bertugas meningkatkan akurasi dan keselamatan prosedur.

Dengan terus berkembangnya teknologi ini, bedah robotik diproyeksikan menjadi standar baru dalam layanan kesehatan modern di Indonesia, sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas perawatan pasien secara signifikan di masa depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Bedah #perkembangan teknologi #operasi #kedokteran #robotik