Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gerakan Ayah Ambil Rapor: Mengapa Mereka Jarang Ambil Rapor Anak Sekolah?

Bihan Mokodompit • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:34 WIB
Ilustrasi ayah dan anak.
Ilustrasi ayah dan anak.

RADARTUBAN - Gerakan ayah ambil rapor sedang ramai dibicarakan di dunia pendidikan Indonesia.

Gerakan ini mendorong ayah hadir langsung ketika anak menerima rapor di sekolah.

Kehadiran ayah bukan sekadar formalitas, tapi bagian penting dari peran ayah dalam pendidikan dan momen untuk membangun kedekatan emosional dengan anak.

Anak-anak yang ayahnya hadir di sekolah biasanya lebih semangat belajar dan merasa diperhatikan.

Mengapa Bapak Sering Absen Saat Rapor?

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa bapak-bapak jarang ambil rapor anak. Ada beberapa alasan:

1. Kesibukan kerja

Banyak bapak masih “di medan perang” mencari nafkah saat jam rapor dibagikan.

2. Urusan sekolah dianggap tanggung jawab ibu

Banyak keluarga membagi peran sehingga ibu otomatis yang mengurus administrasi dan rapor.

3. Kurang tradisi keterlibatan

Di beberapa rumah, bapak jarang hadir di kegiatan sekolah sehingga momen rapor tidak menjadi prioritas.

Padahal, kehadiran ayah punya dampak besar pada pendidikan anak dan membangun motivasi belajar yang lebih tinggi. (medcom.id)

Manfaat Nyata Gerakan Ayah Ambil Rapor

Gerakan ini membawa sejumlah keuntungan bagi anak dan keluarga:

• Meningkatkan prestasi akademik – Anak-anak lebih termotivasi saat ayahnya hadir mendukung.

• Memperkuat ikatan emosional – Kehadiran ayah menumbuhkan rasa percaya diri dan kedekatan keluarga.

• Menanamkan nilai tanggung jawab – Anak belajar bahwa pendidikan adalah prioritas bagi seluruh keluarga.

Pemerintah dan Komunitas Ikut Mendukung

Beberapa daerah di Indonesia telah mendorong keterlibatan ayah melalui kebijakan resmi.

Pemkab Bengkalis misalnya, telah menerapkan gerakan ini agar ayah lebih aktif dalam pendidikan anak.

Inisiatif ini membantu memperkuat hubungan sekolah dan keluarga, serta mendorong ayah untuk hadir dalam momen penting pendidikan anak. 

Hadirkan Ayah, Hadirkan Perhatian

Gerakan ayah ambil rapor lebih dari sekadar tren. Kehadiran ayah saat rapor bukan hanya simbol, tapi investasi nyata bagi masa depan anak.

Dengan mendukung peran ayah dalam pendidikan dan meningkatkan keterlibatan ayah, anak-anak mendapat perhatian penuh yang membantu tumbuh kembang mereka lebih optimal.

Saat ayah hadir, bukan cuma rapor yang dibawa pulang, tapi juga kepercayaan diri dan semangat belajar anak meningkat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ayah #administrasi #pendidikan #siswa #tradisi #Rapor