RADARTUBAN - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga telur ayam serta bawang merah di Kabupaten Flores Timur, NTT, mengalami kenaikan signifikan.
Lonjakan ini dikonfirmasi oleh Dinas Perdagangan setempat yang mencatat rendahnya harga komoditas pangan pokok di pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan, menyatakan harga telur kini mencapai Rp 32.000 per kilogram atau Rp 60.000 per papan isi 30 butir, naik dari harga sebelumnya.
Sementara itu, bawang merah melonjak menjadi Rp50.000 per kilogram dari kisaran Rp 35.000-Rp 40.000.
Siprianus menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh tingginya permintaan jelang libur panjang, meski stok sementara masih terjaga.
“Kami mengintensifkan menjaga pasar untuk memastikan distribusi lancar,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Pemantauan Stok dan Harga Stabil Lainnya
Pihak dinas terus mengawasi stok sembako lainnya yang relatif stabil, seperti beras medium Rp 13.000-Rp 13.767 per kilogram dan cabai merah Rp53.000 per kilogram.
Namun, petani lokal dilaporkan menghadapi tantangan panen, sehingga pasokan bawang bergantung pada pengiriman dari luar daerah.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap praktik penimbunan dan melaporkan harga yang tidak wajar.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pelaku agar tidak menaikkan harga di luar HET yang ditetapkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni