Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

EWS BPBD Jatim Diperkuat, Enam Daerah Rawan Banjir dan Longsor Dipasangi Sistem Peringatan Dini

Bihan Mokodompit • Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:05 WIB
Pantauan pemasangan EWS milik BPBD Jatim.
Pantauan pemasangan EWS milik BPBD Jatim.

RADARTUBAN - EWS BPBD Jatim terus diperkuat sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman cuaca ekstrem di penghujung tahun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memasang sejumlah perangkat Early Warning System (EWS) di enam wilayah yang dinilai rawan bencana banjir dan longsor, guna meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat.

Pemasangan EWS tersebut dilakukan selama sepekan terakhir dengan melibatkan kolaborasi langsung bersama tim BPBD kabupaten dan kota setempat.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi BPBD Jatim dalam meminimalkan risiko bencana yang kerap meningkat saat cuaca ekstrem melanda wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Jelang Kemarau, Banjir Terjadi di Jawa Timur Akibat Peralihan Musim. Begini Penjelasan BPBD Jatim

Enam Wilayah Rawan Jadi Prioritas Pemasangan EWS

Enam daerah yang menjadi sasaran pemasangan Early Warning System meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Kota Mojokerto untuk EWS banjir.

Sementara itu, EWS longsor dipasang di Kabupaten Jombang, Trenggalek, Kabupaten Probolinggo, serta Ponorogo yang juga mendapat EWS banjir.

Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan peta kerawanan bencana banjir dan longsor yang telah dimiliki BPBD Jatim.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa penambahan perangkat ini melengkapi sistem peringatan yang sudah ada sebelumnya.

“Saat ini, kami telah memiliki board yang bisa memantau perkembangan EWS secara real times di sejumlah daerah. Dengan board itu, kami bisa mengetahui potensi ancaman bencana di sejumlah daerah secara real time melalui sinyal yang muncul dari EWS,” ujar Gatot Soebroto, seperti dilansir dari situs resmi BPBD Jatim.

Total 44 EWS Aktif di Jawa Timur

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, menjelaskan bahwa penambahan enam unit terbaru membuat total EWS BPBD Jatim kini mencapai 44 unit.

Rinciannya terdiri atas 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor yang tersebar di berbagai daerah rawan bencana banjir dan longsor.

“Dengan terpasangnya 6 EWS yang baru, maka secara keseluruhan EWS yang dimiliki BPBD Jatim mencapai 44 unit, meliputi, 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor. Selain EWS, BPBD Jatim juga telah memasang 17 sirene tsunami,” ungkap Dadang.

Sebaran EWS dan Sirene Tsunami di Berbagai Wilayah

Perangkat Early Warning System dan sirene tsunami tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur.

Mulai dari kawasan selatan seperti Banyuwangi, Jember, hingga Pacitan, kemudian menjangkau wilayah Mataraman sampai Tapal Kuda, termasuk Pasuruan dan Probolinggo.

Keberadaan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan respons cepat saat cuaca ekstrem memicu potensi bencana.

Dadang juga menambahkan bahwa beberapa daerah memang belum terpasang EWS dari provinsi.

Namun, pemerintah kabupaten dan kota telah berinisiatif melakukan pemasangan secara mandiri sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor.

“Ada beberapa daerah yang belum terpasang. Tapi, telah dipasang secara mandiri oleh BPBD Kabupaten/kota,” imbuh Dadang.

Dengan penguatan EWS BPBD Jatim, diharapkan mitigasi bencana dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Longsor #ews #peringatan dini #banjir #Cuaca Ekstrem #early warning system #bpbd jatim