Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem Makin Sering, Ini Kesalahan Warga yang Justru Memicu Risiko

Bihan Mokodompit • Senin, 22 Desember 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi dampak cuaca tak menentu.
Ilustrasi dampak cuaca tak menentu.

RADARTUBAN - Cuaca ekstrem makin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan dunia, namun kesalahan warga saat cuaca ekstrem masih banyak dilakukan, mengurangi efektivitas upaya keselamatan serta berpotensi menimbulkan risiko lebih besar.

Fenomena ini perlu mendapat sorotan karena berkaitan langsung dengan keselamatan publik di tengah kondisi cuaca yang tak menentu.

Warga Masih Remehkan Peringatan Resmi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengeluarkan peringatan dini dan prakiraan cuaca agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan gelombang tinggi.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya pada ramalan itu sendiri, tetapi bagaimana warga memaknai dan mematuhi arahan keselamatan yang disampaikan lembaga resmi.

Masih banyak warga yang menunda evakuasi meski sudah menerima peringatan dini cuaca ekstrem, atau tetap melakukan aktivitas luar ruang tanpa persiapan yang memadai.

Kesalahan warga saat cuaca ekstrem seperti ini bukan sekadar ketidaktahuan, tetapi juga cenderung memandang rendah potensi bahaya cuaca ekstrem itu sendiri.

Kesalahan yang Sering Terjadi di Masyarakat

1. Mengabaikan Informasi Resmi cuaca ekstrem

BMKG terus menekankan pentingnya memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau situs web BMKG.

Namun, tidak sedikit warga yang masih bergantung pada info tidak resmi atau rumor sehingga salah mengambil keputusan saat kondisi buruk.

2. Tetap Beraktivitas di Luar Rumah Saat Petir dan Angin Kencang

Salah satu kesalahan warga saat cuaca ekstrem yang paling berisiko adalah tetap berada di luar rumah saat hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Saat petir menyambar, peluang cedera atau bahkan fatalitas bisa meningkat drastis—terlebih jika berteduh di bawah pohon atau struktur yang rentan.

3. Mengabaikan Perlindungan Dokumen dan Aset Penting

Ketika cuaca ekstrem menyebabkan banjir atau genangan air, warga seringkali belum memindahkan barang berharga seperti dokumen penting atau barang elektronik ke tempat yang lebih aman.

Hal ini menyebabkan kerugian tambahan yang sebetulnya bisa dihindari dengan langkah sederhana.

4. Tidak Menyusun Rencana Darurat Keluarga

Banyak keluarga tak memiliki rencana darurat jika cuaca ekstrem tiba-tiba melanda.

Seharusnya setiap rumah tangga memiliki rencana tempat berkumpul dan juga tas darurat berisi senter, obat-obatan, makanan ringan, serta air minum.

Panduan Lindungi Diri dan Keluarga

Agar masyarakat bisa meminimalkan kesalahan warga saat cuaca ekstrem, sejumlah tips praktis perlu disosialisasikan lebih luas:

• Pantau selalu informasi cuaca dari sumber resmi agar mendapatkan peringatan dini dan prakiraan terkini.

• Tunda aktivitas luar ruang saat petir dan angin kencang mengguyur wilayah Anda.

• Persiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan pokok untuk beberapa hari.

• Simpan dokumen penting dan barang elektronik di tempat aman jika terjadi banjir.

Dengan memahami dan menerapkan langkah pencegahan tersebut, masyarakat bukan hanya mengurangi risiko pribadi tetapi juga ikut memperkuat ketangguhan komunitas terhadap cuaca ekstrem. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ekstrem #cuaca #BMKG #masyarakat #publik