Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Libur Nataru, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski Sekolah Libur Semester Ganjil

Bihan Mokodompit • Rabu, 24 Desember 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi produksi makanan untuk MBG.
Ilustrasi produksi makanan untuk MBG.

RADARTUBAN - Libur Nataru, MBG tetap jalan di tengah penerapan libur semester ganjil Desember 2025 yang telah diberlakukan oleh sejumlah sekolah di Indonesia.

Meski aktivitas belajar mengajar diliburkan hingga awal Januari 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan untuk menjamin pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan lainnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tetap jalan selama masa libur sekolah.

Kebijakan ini diambil karena kebutuhan gizi anak tidak mengenal tanggal merah dan harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Baca Juga: BGN Terapkan SOP Ketat, Mobil Pengantar MBG Hanya Boleh Drop di Luar Halaman

MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Berjalan

BGN memastikan Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita tetap disalurkan tanpa perubahan selama libur semester.

Kelompok ini masuk dalam kategori penerima manfaat 3B yang tetap menjadi prioritas program MBG.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan saat ditemui awak media.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri telah berjalan hampir satu tahun sejak diluncurkan pada Januari 2025 dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi masyarakat sejak usia dini.

Siswa Tetap Bisa Mengakses MBG Selama Libur Sekolah

Untuk siswa sekolah, MBG tetap jalan dengan mekanisme yang disesuaikan. Selama libur semester, siswa tetap dapat memperoleh MBG dengan mengambil langsung ke sekolah atau ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” ujar Dadan.

BGN juga membuka opsi pengambilan oleh orang tua siswa. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa orang tua diperbolehkan mengambil menu MBG ke sekolah demi memastikan anak tetap mendapat asupan gizi.

“Orang tuanya boleh yang ambil, kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” ujar Nanik.

Penyesuaian Menu MBG Selama Libur Nataru

Selama awal masa libur, program Makan Bergizi Gratis akan menyediakan menu siap santap yang tahan dikonsumsi beberapa hari.

Menu tersebut diberikan maksimal selama empat hari pertama libur sekolah.

“Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng,” ujar Dadan.

Selain itu, menu MBG juga dapat disesuaikan menjadi bahan kering agar lebih awet. Wakil Kepala BGN menjelaskan bahwa menu selama libur dapat berupa buah, susu, roti, dan telur asin.

“MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telur asin. Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah,” kata Nanik.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Siapkan Pendampingan Trauma bagi Siswa Korban Insiden Mobil MBG di Cilincing

Opsi Pengantaran MBG ke Rumah Siswa

Menanggapi keluhan orang tua terkait pengambilan MBG ke sekolah, BGN juga menyiapkan alternatif sistem pengantaran langsung ke rumah siswa.

Skema ini tengah dirancang untuk diterapkan setelah empat hari awal libur.

“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” ucap Dadan.

“Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur,” tambahnya.

Namun, BGN menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tetap jalan selama libur dilakukan berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan siswa, tanpa paksaan.

“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujar Nanik.

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Libur

Keputusan pemerintah menjalankan MBG tetap jalan saat libur Nataru menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.

Dengan berbagai skema distribusi, mulai dari pengambilan di sekolah, SPPG, hingga rencana delivery, pemenuhan gizi anak tetap menjadi prioritas utama meski kegiatan sekolah diliburkan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BGN #masa libur sekolah #Makan Bergizi Gratis #libur semester #Mbg #pemenuhan gizi #ibu hamil #Dadan Hindayana #libur nataru