Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warga Aceh Timur Tak Lagi Terisolasi, TNI Rampungkan Dua Jembatan Armco Pascabanjir Bandang

M Robit Bilhaq • Rabu, 24 Desember 2025 | 22:10 WIB
ilustrasi pembangunan jembatan di bencana Sumatera
ilustrasi pembangunan jembatan di bencana Sumatera

RADARTUBAN – Akses transportasi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh berangsur pulih setelah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodam Iskandar Muda berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan darurat pascabanjir bandang.

Pada Senin (22/12), prajurit TNI menuntaskan pembangunan dua jembatan jenis armco yang berada di Kabupaten Aceh Timur.

Kedua infrastruktur vital tersebut masing-masing adalah Jembatan Alue Sentang dan Jembatan Alue Gadeng.

Pembangunan ini menjadi langkah cepat dan responsif TNI dalam memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat lumpuh total akibat bencana banjir bandang pada November 2025 lalu.

Baca Juga: Dirut PLN Pastikan Listrik Aceh Pulih Total, 20 Gardu Induk Kembali Normal Pascabencana

Akses Kendaraan Kembali Normal, Meski Masih Berlaku Sistem Bergantian

Berdasarkan video resmi yang dirilis Pusat Penerangan TNI, kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat kini sudah dapat melintasi kedua jembatan tersebut.

Namun, untuk sementara waktu, sistem lalu lintas satu arah secara bergantian masih diberlakukan. Hal ini dikarenakan proses penyempurnaan struktur tanah dan perapihan jalan di sekitar jembatan masih berlangsung.

Sejumlah alat berat, termasuk ekskavator, masih dioperasikan di lokasi untuk memastikan akses jalan aman dan stabil sebelum digunakan secara penuh oleh masyarakat.

Baca Juga: Ketika Bendera Putih Berkibar di Aceh, Pemerintah Angkat Bicara dan Minta Maaf

Warga Alue Sentang Bersyukur, Desa Tak Lagi Terputus Akses

Rampungnya jembatan armco ini disambut antusias oleh masyarakat Aceh Timur.

Seorang warga Desa Alue Sentang mengungkapkan rasa syukur mendalam karena jembatan tersebut menjadi penghubung vital yang mengakhiri keterisolasian desa mereka pascabencana.

“Sekarang Desa Alue Sentang sudah kembali terhubung dengan Desa Bukit Lemak. Sebelumnya akses benar-benar terputus dan tidak bisa dilalui,” ujar warga setempat.

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat membantu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat yang sebelumnya terhambat.

Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Keberhasilan

Proses pembangunan kedua jembatan armco menunjukkan kuatnya semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Mereka bekerja bahu-membahu mengangkut material, termasuk pelat baja bergelombang (armco), hingga proses pemasangan di lokasi.

Sinergi tersebut tidak hanya terlihat dalam tahap konstruksi, tetapi juga saat pengaturan arus kendaraan ketika jembatan mulai dibuka untuk umum.

Berdasarkan data teknis dari TNI, kedua jembatan armco di Alue Sentang dan Alue Gadeng memiliki ukuran yang sama, yakni 1,5 x 5 meter, dan dirancang untuk mendukung mobilitas warga secara aman dalam kondisi darurat.

Bireuen Juga Bernapas Lega, Jembatan Bailey ke-10 Rampung

Kabar baik tak hanya datang dari Aceh Timur. Di wilayah Kabupaten Bireuen, tepatnya di Gampong Matang Bangka dan Gampong Matang Teungoh, akses warga juga telah kembali tersambung.

Pada Minggu malam (21/12/2025), antrean kendaraan tampak memadati Jembatan Bailey yang baru saja rampung dibangun oleh prajurit zeni Kodam Iskandar Muda.

Jembatan ini menjadi Jembatan Bailey ke-10 yang berhasil diselesaikan TNI di wilayah terdampak banjir.

Jembatan tersebut menggantikan jembatan lama yang roboh akibat banjir besar pada akhir November lalu.

Simbol Pemulihan Sosial dan Ekonomi Warga

Kegembiraan warga terlihat jelas saat pertama kali melintasi jembatan baru. Mobilitas antara dua gampong kini kembali lancar tanpa hambatan.

Berkibarnya Bendera Merah Putih di sisi jembatan menjadi simbol pulihnya konektivitas, sekaligus kebangkitan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Pembangunan Jembatan Bailey ini juga tak lepas dari kolaborasi erat antara TNI dan warga, mulai dari pembersihan lahan dengan ekskavator, pengangkutan rangka baja, hingga pemasangan balok kayu untuk lantai jembatan.

Dengan kerja keras siang dan malam, proyek tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam hitungan minggu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Banjir Bandang #TNI #aceh timur #Jembatan Armco