Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuban Masuk Gelombang Pertama, CJH Dijadwalkan Berangkat Awal Mei

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:10 WIB
CJH menyerahkan berkas pendaftaran kepada petugas pelayanan haji di gedung PLHUT Kemenag Tuban kemarin (18/11).
CJH menyerahkan berkas pendaftaran kepada petugas pelayanan haji di gedung PLHUT Kemenag Tuban kemarin (18/11).

RADARTUBAN – Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kanwil Kemenhaj) Jawa Timur telah membagi urutan pemberangkatan haji.

Hasilnya, tahun ini Tuban mendapatkan jadwal pemberangkatan lebih awal. Jika sebelumnya di gelombang kedua, tahun ini calon jemaah haji (CJH) bakal ikut keberangkatan gelombang pertama.

Kepastian ini berdasarkan hasil qurah atau pengundian nomor urut dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur di salah satu hotel di Surabaya, Senin (22/12).

Dari, hasil pengundian tersebut, Wilayah Kerja (Wilker) Bojonegoro yang meliputi Tuban, Bojonegoro, Lamongan mendapatkan pemberangkatan urutan ketiga setelah Wilker Malang dan Madiun yang sama-sama di gelombang pertama.

Estimasinya pemberangkatan pada awal atau pertengahan Mei.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Imam Bukhori mengatakan, penyusunan qurah tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yakni menjadikan urutan kloter sebagai salah satu pertimbangan.

Jika wilker sebelumnya berangkat di gelombang pertama, maka musim haji yang akan datang akan geser di gelombang kedua. ‘’Seperti Wilker Bojonegoro tahun lalu berangkat gelombang kedua, maka tahun ini masuk gelombang pertama,’’ ujarnya.

Tuban mendapat kloter berapa? Setelah dihitung dengan empat kloter, maka diestimasi setelah Wilker Malang terdiri dari 7 kabupaten/kota dan Wilker Madiun 6 kabupaten/ kota, maka CJH Tuban terbagi di kloter 24, 25,26, dan 27.

‘’Tapi Ini masih estimasi dan belum final,’’ ujarnya.

Menurut Imam, data kloter akan final setelah Kanwil Kemenhaj Jawa Timur selesai menghitung jumlah jemaah haji yang berangkat dan tunda di setiap kabupaten/kota.

‘’Biasanya, tidak akan jauh beda dan dimungkinkan pemberangkatan di minggu pertama Mei,’’ kata dia.

Sementara itu, CJH yang sudah istitaah kesehatan, namun hingga kemarin (23/12) belum pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih),  maka berpotensi gagal berangkat.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, kemarin, dari keseluruhan calon tamu Allah di Tuban yang berhak lunas sebanyak 1.575 orang, baru 1.181 orang yang sudah melunasi. Sisanya, 394orang belum melunasi.

Imam Bukhori mengatakan, jemaah yang tersisa itu karena banyak yang saling tunggu, padahal sudah istitaah.

Karena itu, sejak minggu lalu, mereka yang sudah tes kesehatan, didorong untuk segera melunasi. ‘.

Kemenag, lanjut dia, juga meminta CJH tidak menunggu pasangan atau keluarga yang belum mendapatkan hasil tes kesehatan.

Pertimbangannya, jika terus saling menunggu dan ternyata sampai batas waktu 23 Desember ternyata tidak ada perpanjangan, maka bisa gagal berangkat dan tidak bisa pelunasan tahap kedua.

Dia memastikan pelunasan tahap pertama hanya diperuntukkan bagi yang sudah tes kesehatan.

‘’Jika sudah istitaah, tapi belum melunasi, maka tidak bisa pelunasan tahap kedua,’’ tegas pejabat definitif kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Tuban itu.

Berapa jemaah yang belum istitaah kesehatan?

Imam menyebut 380 orang. Sebagian di antara mereka dalam perawatan dokter dan menunggu tes kesehatannya berikutnya hingga kondisi membaik.(fud/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Kloter #Bojonegoro #cjh #madiun #Malang #calon jemaah haji