RADARTUBAN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera tidak boleh memandang ke sebelah mata.
Dia mengimbau seluruh pihak untuk menghargai upaya nyata pemerintah di tengah situasi darurat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dampak Banjir dan longsor telah merusak infrastruktur vital di 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh, 18 dari 33 di Sumatera Utara, serta 16 dari 19 di Sumatera Barat.
AHY menyebut kerusakan mencakup jalan, jembatan, dan akses ke daerah pegunungan seperti Gayo Lues hingga wilayah pantai.
Pemerintah memperkirakan biaya pemulihan mencapai Rp51 triliun, dengan fokus awal pada evakuasi dan darurat logistik.
AHY telah meninjau langsung lokasi bencana dan memerintahkan koordinasi dengan BMKG serta BNPB untuk operasi modifikasi cuaca guna memudahkan pengiriman bantuan melalui helikopter.
Dia juga mencakup pengiriman logistik dari Tanjung Priok, tekanan perbaikan infrastruktur dasar tanpa terburu-buru demi kualitas jangka panjang.
Presiden Prabowo Subianto disebut terus bersatu, dengan Arah memprioritaskan keselamatan warga dan pemulihan akses.
Ia mengajak semua elemen bangsa, termasuk partai yang berkepentingan, bersinergi agar pemerintah memberikan korban maksimal. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama